Penyeludupan Baby Lobster ke Singapura Senilai Rp 12,3 Miliar Digagalkan Tim F1QR Koarmada I - DINAMIKA KEPRI.COM

Friday, 13 September 2019

Penyeludupan Baby Lobster ke Singapura Senilai Rp 12,3 Miliar Digagalkan Tim F1QR Koarmada I

  Dibaca: 1 kali


Danlantamal IV Laksamana Pertama TNI Arsyad Abdullah, SE.,MAP (tengah) saat memberikan keterangan Pers di Mako Lanal Batam, Jumat (13/9/2019).

Dinamika Kepri, Batam – Tim Satuan Tugas Gabungan Fleet One Quick Response F1QR Komando Armada (Satgasgab F1QR Koarmada) I kembali berhasil menggagalkan upaya penyelundupan baby lobster dari Batam tujuan Singapura.

Hal tersebut disampaikan oleh Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Danlantamal) IV Laksamana Pertama TNI Arsyad Abdullah  yang didampingi oleh Komandan Gugus Keamanan Laut (Danguskamla) Koarmada I Laksamana Pertama TNI Yayan Sofiyan saat memberikan keterangan persnya dihadapan awak media, di Markas Komando Pangkalan TNI Angkatan Laut (Mako Lanal) Batam, Jumat (13/9).

"Tim tersebut terdiri dari Guskamla Koarmada I, Lantamal IV dan Lanal Batam, yang telah berhasil  menangkap 1  buah Speedboat tanpa nama bermesin 15 PK satu unit,  pada posisi Koordinat 0° 52' 565" N - 103° 49' 014" E, tepatnya di Pulau Combol” terang Danlantamal IV.


"Dari penangkapan tersebut berhasil mendapati barang bukti berupa baby lobster yang dikemas dalam 14 box sterofoam coolbox, namun pelakunya berhasil melarikan diri. Selanjutnya barang bukti dibawa ke Kantor Lanal Batam untuk pemeriksaan lebih lanjut, kemudian barang bukti berupa baby lobster dibawa ke Kantor Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu (BKIPM) Batam, untuk dilaksanakan pencacahan," sambungnya.

Dari hasil rincian pencacahan di Stasiun BKIPM, dari 14 box sterofoam, dari setiap boxnya berisi 30 kantong pelastik berisi baby lobster, satu kantong pelastik tersebut untuk jenis pasir rata-rata 200 ekor dan satu  kantong pelastik untuk jenis mutiara rata-rata 100 ekor.

Sedangkan untuk total estimasi penyelamatan Sumber Daya Ikan (SDI) dari penggagalan pengiriman  Baby Lobster dari Batam tujuan ke Singapuras ini ditemukan Baby Lobster jenis pasir dari 13 box dengan berisi berisi 30 kantong terdapat 78.000 ekor yakni senilai Rp 11,7 miliar. Sedangkan Baby Lobster untuk jenis mutiara dari 1 box ditemukan 30 kantong dengan jumlah 3000 ekor Baby Lobster dengan nilai Rp 600 juta, sehingga jika ditotalkan Satgasgab F1QR Koarmada I berhasil  menyelamatkan kerugian negara yakni sebesar Rp 12, 3 miliar.

"Kini seluruh barang bukti berupa 14 box sterofoam Baby Lobster berisi 81.000 ekor itu telah diamankan di kantor Stasiun BKIPM Batam yang nantinya akan dilepas dan dipelihara di Pulau Abang, dimana di situ terdapat konservasi milik Kantor Kelautan dan Perikanan,” terang Asintel Danguskamla, Kolonel Laut (E) Yulianus Arinando.

Dijelaskannya, pelanggaran tersebut berdasarkan pasal 31 Jo pasal 7 UU No.16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan kemudian pasal 88 Jo pasal 16 ayat (1) UU No 45 Tahun 2009 tentang Perikanan.

Menurut Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 56 tahun 2016 tentang Larangan Penangkapan dan/atau Pengeluaran Lobster ( Panulirus SPP), Kepiting (Scylla SPP) dan Rajungan (Portunus SPP) dari Wilayah Negara Republik Indonesia, pelakunya akan diancam pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling banyak Rp. 1,5 miliar.

Turut hadir pada acara keterangan pers ini, selain dihadiri Danlantamal IV Laksamana Pertama TNI Arsyad Abdullah, Asintel Danguskamla Koarmada I Kolonel Laut (E) Yulianus Arinando, Danlanal Batam Kolonel Laut (P) Alan Dahlan, juga dihadiri Asintel Danlantamal IV Letkol Laut (P) Ari Aryono, Kepala SKIM Anak Agung Gede Eka Susilo, Kasi Sarpras PSDKP Batam Martin Luhulima, Pasintel Lanal Batam Mayor Laut (E) Irawan Prasetyo dan Pasops Lanal Batam Mayor Laut (KH) Yudhi. (Ril)

Apa reaksi anda tentang artikel ini?

Loading...