Patentengan, Gembong Narkoba Asal Malaysia ini Acungkan Jari Tengah ke Wartawan - DINAMIKA KEPRI.COM

Thursday, 5 September 2019

Patentengan, Gembong Narkoba Asal Malaysia ini Acungkan Jari Tengah ke Wartawan

  Dibaca: 1 kali


Terdakwa Prabu Mogahan WNA asal Malaysia ini usai sidang saat di foto mengacungkan jari tengahnya ke wartawan.

Dinamika Kepri, Batam - Terdakwa Prabu Mogahan diduga Gembong Narkoba Warga Negara Asing (WNA) asal Malaysia yang tak ada jerahnya ini, sebelumnya ditangkap BNNP Kepri dari Lapas Narkotika Klas IIA Tanjung Pinang ini, usai sidang mendengarkan pembacaan dakwaannya di PN Batam pada Kamis (5/9/2019) sore, saat di foto wartawan ia terlihat seperti pantentengan dan sok jago dengan mata melotot sembari mengacungkan jari tengahnya ke kamera wartawan.

Akibat perlakuannya itu dan mengingat dia juga WNA serta telah menghancurkan kehidupan orang indonesia salah satunya istri Amin Bin Abdul Rasyid, Herlina Binti Hamza yang sebelumnya telah divonis 13 tahun penjara akibat ulahnya, beberapa wartawan yang merasa dilecehkannya, akhirnya menemuinya ke ruang tahanan sementara yang ada di PN Batam.

Saat ditemui, terdakwa yang sudah dua kali dipidana dengan kasus yang sama itu, terlihat menantang dengan kata-kata sumpah serapahnya. Namun tidak lama, setelah ada wartawan yang membentaknya, ia pun ciut nyali dan meminta teman seperkaranya terdakwa M. Amin Bin Abdul Rasyid alias Kiming untuk meminta maaf kepada wartawan yang menyambanginya.

Baca jugaSimpan Ekstasi di Kemaluan, Herlina Divonis 13 Tahun Penjara 

" Woi, kau ini jangan sok hebat sini ya? Ini negaraku bukan negaramu. Apa maksudmu tadi ngacungkan jari tengahmu sama kami? Dah hebat kau ya, set*n! jual Narkoba pula kau di negaraku, kau mau menghancurkan negaraku ya? Kalau mau hancur kau, negaramu saja hancurkan! sok hebat pula kau di sini. Gak toubat-toubat juga kau ini sampai 3 kali disidangkan gara-gara narkoba, dengar enggak kau?," kata salah seorang wartawan kepada Prabu Mogahan dengan suara yang kuat.

"Maaflah ya bang, maaf mungkin tadi dia khilap," kata M. Amin Bin Abdul Rasyid dengan tangan menyembah.

Tak hanya itu, petugas yang berjaga di sel tersebut juga tampak berusaha menenangkan suasana, karena suara bentakan kepada Prabu Mogahan  dari wartawan yang merasa kesal, menjadi perhatian penjenguk tahanan lain saat itu.

Dalam perkara sidang yang ketiga kalinya ini, terdakwa Prabu Mogahan disidangkan karena telah melibatkan istri temannya Herlina Binti Hamza teribat dalam perdagangan Narkotika jenis pil ekstasi dengan barang bukti 970 butir, berat 286,7 gram.

Dari dalam tahanan Lapas Narkotika Klas IIA Tanjung Pinang, Prabu Mogahan menyuruh istrinya  pergi ke Malaysia untuk menjemput pil ekstasi. Lalu setelah berhasil membawa ekstasi dari malaysia, namun saat hendak berangkat membawa ekstasi itu ke Palembang, Herlina ditangkap petugas bandara pada saat melewati ruang pemeriksaan badan. Herlina ketahuan penyimpan pil ekstasi 970 butir di dalam Softek dan di dalam kemaluannya.

Baca jugaHerlina Penyimpan Pil Ekstasi dalam Kemaluan Dituntut 15 Tahun Penjara

Tak hanya Prabu Mogahan melibatkan Istrinya Gayatri, M. Amin Bin Abdul Rasyid juga sama ditahan Lapas Narkotika Klas IIA Tanjung Pinang, juga melibatkan istrinya Herlina.

Dalam hal ini, Gayatri belum tertangkap tetapi sudah menjadi DPO begitu juga dengan Kak Jimi si pemesan Pil ekstasi.

Sebelumnya, Herlina binti Hamza telah divonis 13 tahun penjara denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan penjara oleh hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam, pada hari Kamis (15/8/2019) yang lalu.

Untuk mempertangungjawabkan perbuatannya, Prabu Mogahan dan M. Amin Bin Abdul Rasyid telah didakwa jaksa dengan ancaman pidana dalam Pasal 114 Ayat (1) jo Pasal 132 ayat (1) Undang–undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, atau kedua ancaman pidana dalam Pasal 112 Ayat (1) jo Pasal 132 ayat (1) Undang–undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Sebelumnya di tahun 2014 dalam kasus Narkotika, Prabu Mogohan dengan nomor perkara 569/Pid.Sus/2014/PN Btm dituntut 13 tahun penjara lalu divonis hakim 8 tahun penjara.

Baca juga: Tiga Pelaku Jaringan Narkotika Internasional BB Sabu 119 Kg Ditangkap Ditresnarkoba Polda Kepri 

Lalu setelah menjalani hukuman 4 tahun, dikabarkan Prabu Mogohan sudah menghirup udara segar sehingga leluasa membuat jaringan untuk membawa sabu dari Malaysia ke Batam. Namun tak lama ia pun kembali ditangkap BNNP Kepri dengan barang bukti sabu seberat 406 gram.

Tercatat dalam register perkara nomor 255/Pid.Sus/2018/PN Btm, waktu itu terdakwa Prabu Mogohan di tuntut JPU Rumondang selama 16 tahun penjara dan di vonis hakim Redite Ika Septina, Hera Polosia Destiny dan Jasael selama 14 tahun penjara.

Parahnya lagi, baru setahun hukumannya dijalani, kini Prabu tertangkap lagi dengan melibatkan istrinya Herlina binti dengan barang bukti 970 butir pil ekstasi.

Terdakwa Prabu Mogohan ini adalah kelahiran Kedah, Malaysia, usia 36 tahun, alamat No.2 Jalan Perwira 14 Taman Ungku Tun Aminah 813000, Skudai Johor Malaysia, agama Hindu, pekerjaan operator dan pendidikan Darjah 3 (SD kelas III).(Ag)

Apa reaksi anda tentang artikel ini?

Loading...