Nurlina Penyebar Hoak Ada Tembakan Polisi di Gor Odessa Dihukum 6 Bulan Penjara - DINAMIKAKEPRI.COM

Nurlina Penyebar Hoak Ada Tembakan Polisi di Gor Odessa Dihukum 6 Bulan Penjara

 

Terpidana 6 bulan penjara, Nurlina B alias And (baju merah) usai mengahadiri sidang putusan di PN Batam, Senin (23/9/2019).

Dinamika Kepri, Batam - A Nurlina B alias And penyebar berita bohong (hoax) melalui aplikasi Whatsapp (WA) pada saat perhitungan suara hasil Pemilu Presiden dan Wakil Presiden yang menyebutkan "Ada Suara Tembakan Polisi" di Gor Odessa Botania, Batam yang sebelumnya dituntut jaksa 8 bulan, akhirnya divonis 6 bulan kurungan penjara denda Rp 5 juta subsider 1 bulan kuruangan penjara oleh majelis hakim, Senin (23/9/2019) di Pengadilan Negeri (PN) Batam.

“Menyatakan terdakwa A Nurlina B alias And terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 45 A ayat (2) UU RI No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik,” baca hakim Taufik Nenggolan dalam amar putusan.

"Menghukum terdakwa A Nurlina B alias And selama 6 bulan penjara dengan dikurangi selama terdakwa ditahan dan denda Rp 5 juta jika tidak dibayar maka digantikan dengan 1 bulan kurungan penjara," lanjut hakim.

Terhadap putusan itu, majelis hakim yang diketuai Taufik Nainggolan didampingi dua hakim anggta, Dwi Nuramanu dan Yona Lamerosa, kepada  terdakwa maupun jaksa memberikan waktu selama 7 hari untuk pikir-pikir, banding maupun terima.

Sebagaimana diuraikan dalam dakwaan jaksa penuntut, sebelumnya terdakwa Nurlina ini ditangkap polisi pada hari Minggu tanggal 21 April 2019, sekitar pukul 08.10 Wib di perumahan Pluto, Tanjung Uncang, Batuaji, Batam.

Ia ditangkap karena menyebarkan konten hoax berupa rekaman suara (Voice Note) berisi kata-kata "Barusan ada suara tembakan jadi saya mohon kawan-kawan relawan segera merapat ke Gor Odessa  Botania, juga kawan, bapak-bapak dari LPI dan FPI mohon segera ke Gor Odessa Botania ada satu kali tembakan dari kepolisian, dua kali tembakan dari kepolisian, saya fikir ini memang strategi dari mereka untuk buat kerusuhan supaya kami-kami yang di sini bubar, mohon -mohon kawan-kawan relawan kemari" di group di WA Grup KKSS BATAM-KEPRI yang mana di group tersebut ada polisi, sebab sepengetahuan polisi yang bernama Ilham itu, tidak ada tembakan seperti yang disebutkan direkaman tersebut sehingga Nurlina diamankan.

Rekaman suara tersebut dibuat/direkam oleh  Khalizah alias Eza Binti Amirudin (berkas terpisah) pada hari Minggu tanggal 21 April 2019 sekira pukul 02.00 Wib di Gor Odessa Botania, Batam, Kepri  yang mana faktanya saat itu tidak terjadi keonaran dan situasi dalam keadaan aman dan terhadap rekaman suara yang dikirim oleh terdakwa tidak benar-benar terjadi sesuai fakta di lapangan (hoax).

Dari Grup KKSS Batam-Kepri, terdakwa lalu meneruskan rekaman suara tersebut ke Group Maemunah For DPR RI, Grup Kartini Gerindra New dan Grup Batam Geema Prabowo Sandi dengan tujuan agar teman dan keluarga terdakwa mengetahui dan waspada bahwa ada tembakan yang dilakukan oleh Kepolisian di Gor Odessa Botani Batam.

Sedangkan terdakwa tidak mengetahui apakah rekaman suara yang dikirimnya merupakan kejadian yang benar-benar terjadi, dan terdakwa sedang berada di dalam rumah ketika mengirim rekaman suara tersebut.

Perbuatan terdakwa dalam meneruskan atau mengirim rekaman suara dan beberapa video yang belum terdakwa periksa kebenarannya itu, dapat menimbulkan keonaran atau keributan di kalangan kasyarakat dan jika pemberitaan tersebut tidak benar maka terdakwa telah memberikan pemberitaan yang tidak benar (hoax) sehingga ia dijerat pidana dalam Pasal 45 A ayat (2) UU RI No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

(Ag)




Scroll to top