Merasa Tertipu, Murni Megawati Sihaloho Laporkan Surya Sugiharto ke Polisi, Begini Kronologisnya - DINAMIKA KEPRI.COM

Tuesday, 3 September 2019

Merasa Tertipu, Murni Megawati Sihaloho Laporkan Surya Sugiharto ke Polisi, Begini Kronologisnya

  Dibaca: 1 kali


Murni Megawati Sihaloho.

Dinamika Kepri, Batam - Seperti diberitakan sebelumnya, Murni Megawati Sihaloho pengusaha agen perumahan (property) berbadan hukum PT. Grasia Mandiri Jaya yang berkantor di Batuaji, Batam, Kepri, sebelumnya telah melaporkan Surya Sugiharto ke polisi dengan pelaporan dugaan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan.

Hal itu dilakukan Murni karena perumahaan yang dijanjikan Surya Sugiharto kepadanya akan dibangun, ternyata tak kunjung dibangun.

Selain melaporkan dugaan tindak pidananya, melalui kuasa hukumnya Roy Wright, juga telah melakukan gugatan perdata dengan klasifikasi perkara Wanprestasi terhadap Direktur PT. Perambah tersebut ke Pengadilan Negri (PN) Batam.

Selain menggugat Surya Sugiharto, Murni juga menggugat perdata Jumanto Fransisco S selaku Direktur PT. Petra Sumara Energy  dan BP Batam.

Ia mengugat Surya Sugiharto dan Jumanto Fransisco Sihaloho, karena rumah sebanyak 538 unit tipe 30 (Perumahan Green Lake Kabil=red) yang sudah dijanjikan akan dibangun oleh Surya Sugiharto di lahannya di samping Puskesmas, Telaga Punggur, Batam, tak kunjung dibangun, sementara pihak pembeli yang sudah memberikan uang DP (Down Payment) kepada Murni selaku marketing, telah mendesaknya dan dimintai pertanggungjawaban.

Lantas bagaimana hal itu bisa terjadi? Begini kronologisnya.

Kata Murni mengisahkan, berawal pada bulan Juli tahun 2017 yang lalu, Murni bertemu dengan Jumanto Fransisco S di Komplek Ruko Aku Tau, Sei Panas, Batam tepatnya di kantor Developer Perumahan Airis.

Waktu itu Jumanto menawarkan kerjasama kepadanya untuk memasarkan perumahannya di daerah Kabil, dengan nama perumahan Green Lake Kabil.

Sebelum mengiyakan ajakan kerjasama itu, Murni sempat bertanya soal kejelasannya.

“Jelas enggak ito?, ” tanya Murni ke Jumanto.

" Pasti jelas, to!,"jawab Jumanto.

Kata Murni, ia memanggil ito ke Jumanto, karena Jumanto satu marga dengan dengannya yakni sama-sama bermarga Sihaloho.

Karena merasa satu marga, Murni pun tidak merasa curiga, dan  menerima tawaran kerja sama itu, lalu membuat kesepakatan kerjasama.

Dalam kesepakatan kerjasama itu, Murni ditugaskan Jumanto untuk melakukan pemasaran untuk menjualkan 258 unit rumah dengan nama perumahan Green Lake Kabil. Uang muka dari konsumen   lalu disetorkan Murni kepada Jumanto.

"Uang muka dari konsumen yang saya terima, setiap bulannya saya setorkan ke JumantoFransisco S. Itu berjalan sampai 4 bulan. Untuk total uang muka konsumen yang telah saya setor ke Jumanto Fransisco S sudah mencapai Rp. 1.077.000.000 ( satu milyar tujuh puluh tujug juta rupiah )," kata Murni, Senin (2/9/2019).

Kata dia, setelah itu pada bulan Januari 2018, Ia dan Jumanto Fransisco S melakukan pertemuan dengan dihadiri pemilik lahan Surya Sugiharto.

Dalam pertemuan itu, kata Murni di situlah ia baru mengetahui kalau Surya Sugiharto pemilik lahan untuk Perumahan Green Lake Kabil itu.

"Saat pertemuan itu, saya diberitahukan Surya Sugiharto kalau dialah pemilik lahan yang akan dibangun perumahan. Setelah itu kepada saya Surya Sugiharto juga meminta agar pembayaran cililin DP perumahan dari nasabah selanjutnya, tidak lagi ke Jumanto tapi langsung ke dia," ujar Murni.

Alasan Surya Sugiharto melakukan itu, kata Murni karena Jumanto yang sebelumnya ditunjuk Surya Sugiharto sebagai pengembang yakni untuk membangun perumahaan, telah diambil alih oleh Surya Sugiharto sendiri dan menghentikan kerjasamanya dengan Jumanto.

"Bu Murni, untuk selanjutnya cicilan uang muka yang ibu terima dari konsumen selanjutnya serahkan ke saya saja ya! karena hubungan kerjasama saya dan Pak JumantoFransisco S sudah dihentikan, dan saya yang jadi developernya," ucap Murni menirukan perkataan Surya Sugiharto kepadanya waktu itu.

Mengetahui adanya seperti itu, pada saat itu Murni mengaku sudah merasa curiga. " Dari situ saya memang sudah mulai curiga. Wah jelas enggak proyek perumahaan ini? kataku dalam hati saat itu, tetapi rasa curiga itu aku tampik dan tetap percaya dengan ito Jumanto. Pikirku mana mungkin itoku akan menipuku? begitu pikiranku saat itu," kenang Murni.

"Mungkin karena kepolosanku dan sedikitpun tidak merasa curiga, aku pun akhirnya tertipu, parahnya lagi ditipu oleh itoku sendiri. Ito Jumanto yang kuanggap sebagai sudara, malah menjerumuskan aku ke dalam lubang jurang masalah," sambungnya

Kata Murni, setelah Surya Sugiharto memutuskan kerja sama dengan Jumanto, kerjasama antara perusahaannya dengan perusahaan Surya Sugiharto pun berlanjut, bahkan Surya Sugiharto juga menawarkan untuk memasarkan perumahaan yang lain yakni Perumahan Green Mega Permai, Perumahan Surya Permai dan Perumahan Lotus Permai

Dari kerjasama itu, Murni mengaku sudah menjual sekitar 538 unit termasuk dengan unit rumah di perumahan Green Lake Kabil, dan telah menyetor uang dari pemasaran itu sebanyak Rp 3.416.932.000  kepada Surya Sugiharto.

"Uang DP dari konsumen, sudah Rp 3.416.932.000 kuserahkan ke Surya Sugiharto. Bahkan setiap penyerahan uang kepadanya, saya selalu menanyakan kapan dibangun karena konsumen sudah menuntut, tapi jawabnya akan segera membangunnya, nyatanya sampai sekarang tak juga dibangun, malah jadi bermasalah," ucap Murni.

Kata dia, ia juga pernah bertanya soal kejelasan pembangunan perumahaan itu, namun Surya Sugiharto menjawab, tak dibangun karena dana belum cair.

"Katanya dana belum cair. Belum ada dana untuk membangun. Jawabannya itu membuat saya bingung. Lalu saya berpikir, loh, terus uang muka dari konsumen yang ku setorkan selama ini,  kemana?," ungkapnya.

Dilanjutkan Murni menjelaskan kronologisnya, di Bulan Mei 2018 yang lalu, Surya Sugiharto juga pernah membuat surat pernyataan kepadanya yang mana pernyataan itu akan mulai membangun perumahan pada Bulan Juli 2018, serta  memintanya agar menunjukkan surat pernyataan itu kepada para konsumen. Namun apa yang terjadi, janji itu tidak ditepati.

Melihat tak kunjung dibangun dengan alasan dana belum cair, Murni mengatakan pernah menawarkan agar dia yang membangun perumahaan itu, namun tidak digubris Surya Sugiharto.

"Sudah saya pernah tawarkan, kalau memang dananya belum cair, biar saya yang bangun, tapi dia tidak menggubris. Kesannya selalu menghindar. Melihat dia tidak ada etikad baik sedangkan saya terus didesak konsumen nuntut rumahnya. Makanya saya melakukan upaya hukum. Untuk prosesnya, saya mempercayakannya kepada pengacara Law Firm Roy Wright & Firm. Lalu di bulan November 2018, saya melaporkan Surya Sugiharto ke Polresta Barelang dengan dugaan Penipuan dan atau Penggelapan. Selain melaporkan dugaan tindak pidana, juga telah mengugatnya secara perdata ke PN Batam. Proses sidang masih jalan," terang Murni.

Sebelum mengakhiri, terkait laporanya ke polisi, kata dia saat ini masih dalam proses. "Masih dalam proses, dan saya sangat mengapresiasinya karena Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) terkait kasus dugaan itu, telah saya terima," pungkasnya.

Ketika ditanya awak media ini dasar dia mengugat perdata dan melaporkan Surya Sugiharto ke polisi, sementara yang merasa dirugikan adalah konsumen bukan dia, jawab Murni ia juga dirugikan.

"Saya juga ikut mengalami kerugian dan juga menjadi korban. Karena selain saya tertekan didesak oleh para konsumen, sebagian konsumen juga telah saya alihkah ke perumahaan lain dengan menggunakan uang saya sendiri. Bahkan ada juga sebagian konsumen yang uang DP nya saya kembalikan," jelasnya.

Menanggapi apa harapan dan hikmah dari masalah yang dihadapinya ini, sebelum mengakhiri Murni berharap Surya Sugiharto beretikat baik unruk mengembalikan uang milik konsumen.

"Harapannya, uang konsumen itu dikembalikan agar tidak ada pihak-pihak yang dirugikan. Saya juga ingin hidup tenang tampa masalah. Untuk hikmahnya, menurut saya ini adalah pengalaman dan pembelajaran yang sangat berarti. Artinya, kita harus lebih was-was, selalu waspada dan tidak mudah terpercaya kepada orang walaupun itu saudara. Bukti ini, gara-gara percaya sama saudara, begini saya jadinya," tutup Murni. (Ag)

Apa reaksi anda tentang artikel ini?

Loading...