Katanya Gegara Pelakor, Nurcahaya Purba Diceraikan Suaminya - DINAMIKA KEPRI.COM

Saturday, 21 September 2019

Katanya Gegara Pelakor, Nurcahaya Purba Diceraikan Suaminya

  Dibaca: 1 kali


Perselingkuhan (ilustrasi: Shutterstock)

Dinamika Kepri, Batam - Nurcahaya Boru Purba terlihat tak kuasa menahan kesedihannya. Ia menangis di sidang terdakwa Marose Boru Silitonga di ruang sidang Sobekti Pengadilan Negeri (PN) Batam, Kamis ( 19/9/2019).

Wanita berkerudung kelahiran Dolok Sanggul, Sumatera Utara 39 tahun lalu itu, menangis sebelum diambil sumpahnya untuk bersaksi.

Kepada majelis hakim ia meminta untuk mengundurkan diri sebagai saksi lantaran tidak sanggup  mengikuti sidang itu.

Saat itu Nurcahaya menangis sedih sembari menyerahkan lembaran kertas berisi testimoni curahan isi hatinya terkait perkara penganiayaan itu kepada hakim.

Baca jugaTak Terima Anaknya Disebut Pelakor, Ibu ini Marah Pukul Kepala Nurcahaya dengan Mangkok  

Nur berharap testimoni dengan yang diberikan ke hakim dapat mewakilinya sebagai saksi, namun tidak dipenuhi majelis hakim.

" Testimoni anda akan kami baca, namun dalam sidang ini anda harus memberikan kesaksian untuk kami dengarkan," ucap ketua majelis hakim, Marta Napitupulu. 

Dalam perkara sidang penganiayaan ini, Nur hadir bersaksi sebagai korban. Sebelumnya pada hari Senin tanggal 10 Juni 2019 sekitar pukul 06:15 Wib di Parkiran Mesjid Tiban I, Batam, tak jauh dari rumah terdakwa.

Ia mengatakan telah dianiaya oleh Marose boru Silitonga dengan menggunakan mangkok keramik kaca hingga keluar darah di bagian kepalanya, Tak terima perlakuan itu, Marose pun dilaporkannya ke polisi.

Dalam perkra ini, terdakwa menganiaya korban diduga karena tidak terima putrinya Agnes Petresia Tiffani disebut korban sebagai perebut suami orang (pelakor).

Kehadiran korban pagi hari di sekitar tempat tinggal terdakwa itu katanya bertujuan untuk mencari tahu keberadaan suaminya Prayitno Budi Santoso. Karena setahunya bahwa sumainya dan Agnes sering keluar masuk hotel.

Baca juga:  Kisah Nyata Cinta Terlarang ' Aku Sangat Mencintai Suamimu' 

Ia mencari suaminya itu karena sudah lama tidak pernah pulang ke rumah, bahkan tidak pernah lagi menemui anak mereka yang berumur 12 tahun yang saat itu sangat merindukan ayahnya bahkan sianak jatuh sakit karenanya.

Tak hanya itu, setelah digugat cerai oleh suaminya ke pengadilan agama, Batam. Kata Nur suaminya tidak pernah lagi bertemu dengannya, sehingga satu bulan waktu yang diberikan hakim untuk upaya mediasi kepada mereka berdua sebagai suami istrinya, tidak dapat diwujudkan sehingga berkahir dan diputuskan sah bercerai oleh pengadilan agama Kota Batam.

"Kami sudah resmi bercerai, namun hasil petikannya belum saya terima," katanya Nurcahaya kepada hakim.

Bahterah rumah tangga Nurcahaya kini telah hancur berkepi-keping. Ia mengatakan itu akibat dari ulahnya dari putri terdakwa karena telah merebut suaminya.

Demi rasa cintanya ke Prayitno Budi Santoso, Nur rela meninggalkan keyakinannya lamanya menjadi mualaf. Meski Nur rela berkorban dalam segala hal buat suami keduanya itu, namun kekecewaan pedih yang diterimanya.

Suami yang dicintainya sepenuh hati itu malah mengkhianatinya berselingkuh dengan Agnes teman satu kerjanya.

Baca juga: Rasa Cintaku ke Adi Dilunturkan Suamiku yang Baik Hati 

" Saya, suami saya dan Agnes satu tempat kerja di Mc Dermot. Agnes bawahannya suami saya. Saya juga pernah melihat mereka berdua berperlukan di ruang kerja. Sakit hatiku melihatnya. Bahkan kami bertiga sudah pernah duduk bersama membahas perselingkuhan mereka itu. Bahkan sudah dua kali kami membahasnya. Karena tidak masih saja terulang, saya lalu melaporkan ke kode etik perusahaan, dan Prayitno Budi Santoso pun mengundurkan diri dari perusahaan itu,"  kata Nur sedih ke hakim.

Diduga karena kesedihan telah hancurnya rumah tangganya dan perlakuan terdakwa kepadanya, kepada majelis hakim, Nur juga tampak berat hati untuk memaafkan terdakwa.

Kata dia, Ibu Marose sebagai orang tua harusnya memberikan contoh yang baik kepada yang muda, tapi tidak demikian, malah membela perlakuan putrinya.


Tak hanya itu, di sidang ini juga terungkap bahwa Agnes bukan saja berlingkuh dengan suaminya, kata Nur, Agnes juga berselingkuh dengan suami temanya bernama Abi.

"Saya tidak cinta pada suaminya, tapi suaminya cinta pada saya, saya cinta sama Abi," kata Agnes ke hakim saat diperiksa sebagai saksi.

Dalam perkara ini, terdakwa Marose Silitonga  didakwa Jaksa Penuntut Umum Samuel Pangaribuan dengan ancaman pidana sebagaimana dimaksud dalam pasal 351 ayat (2) KUHPidana, subsidair ancaman pidana pasal 351 ayat (1) KUHPidana tentang penganiayaan.

Baca juga"Martangan Pudi" adalah Sumber Malapetaka Keutuhan Rumah Tangga Bagi Suku Batak 

Apa itu Pelakor?

Pelakor adalah istilah singkatan yang berarti perebut laki orang. Kata Pelakor ditujukan kepada perempuan. Saat ini kata Pelakor lebih tenar dibandingkan dari  kata Pembinor yakni perebut bini orang.

Pelakor arahnya menyalahkan perempuan, namun pada relaitanya jika seorang pria beristri setia menghargai pernikahannya, tentu pelakor itu tidak akan bisa berbuat apa-apa.

Namun itulah realitanya, meski laki-lakinya menikmati perselingkuhannya, tetapi selalu perempuan yang selalu disalahkan, seakan si pria masih lugu, polos tidak mengerti apa yang dilakukannya.

"Dalam konteks perkara berawal dugaan perselingkuhan ini, menurut saya keduanya sama-sama bersalah, dan kita tidak bisa semata-mata hanya menyalahkan si perempuan saja. Artinya si laki-laki dan perempuan itu sama-sama sudah dewasa yang bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Pesan saya untuk itu ito Nur, yang sabar, jangan lupa tetap berdoa agar Tuhan selalu memberikan ketabahan, mungkin itu saja dari saya," ucap seseorang yang namanya enggan ditulis menanggapi sidang tersebut kepada awak media ini. (Ag)

Apa reaksi anda tentang artikel ini?