Jual Motor Pinjaman, Sofyan Dihukum 1 Tahun 8 Bulan Penjara - DINAMIKA KEPRI.COM

Wednesday, 4 September 2019

Jual Motor Pinjaman, Sofyan Dihukum 1 Tahun 8 Bulan Penjara

  Dibaca: 1 kali


Terpidana 1 tahun 8 bulan, Sofyan Bin Usman.

Dinamika Kepri, Batam - Akibat menjual motor pinjaman, terdakwa Sofyan Bin Usman divonis 1 tahun 8 bulan kurungan penjara oleh hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam, Rabu (4/9/2019).

Dalam amar putusan, majelis hakim yang diketuai Renni Pitua Ambarita didampingi dua hakim anggota, Marta Napitupu dan Egi Novita menyatakan terdakwa Sofyan Bin Usman terbukti dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 372 KUHPidana tentang penggelapan sebagaimana dakwaan tunggal Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Menghukum terdakwa Sofyan Bin Usman dengan pidana penjara selama satu tahun dan delapan bulan dikurangkan selama terdakwa berada dalam tahanan, dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan. Menyatakan barang bukti berupa 1 lembar STNK sepeda motor Honda Beat BP 2652 ME, Nomor Rangka MH1JFD225EK96, Nomor Mesin JFD2E2873089 warna biru putih atas nama Misweldi, dikembalikan kepada saksi Misweldi,” baca hakim Renni Pitua Ambarita.

Terhadap putusan tersebut, Sofyan Bin Usman yang sempat tertidur pulas di ruang sidang dan mengaku tidak tidur selama 4 bulan itu, kepada hakim menyatakan menerima hukuman yang dijatuhjkan padanya. Begitu juga dengan JPU, kepada majelis hakim menyatakan juga menerima putusan tersebut.

Vonis yang dijatuhkan terhadap  Sofyan ini yakni 2 bulan lebih ringan dari tuntutan JPU sebelumnya yang mana sebelumnya dituntut 1 tahun 10 bulan.

Diuraikan dalam dakwaan sebelumnya, pada hari Selasa tanggal 21 Mei 2019 yang lalu, Sofyan Bin Usman ini meminjam motor Misweldi dengan alasan untuk bertemu istrinya di daerah Marina Tanjung Riau.

Kemudian korban memberikan motornya untuk dipinjam. Setelah itu motor lalu dibawa Sofyan ke rumahnya di Perumahan Laguna.

Dari sejak saat itu, sepeda motor korban tidak dikembalikan dan malah dijual seharga Rp 1,5 juta melalui perantara yang bernama Joko. Dari hasil penjualan itu keuntungannya lalu dibagi dua, ia mendapatkan Rp 750 ribu dan Joko Rp 750 ribu.

Menurut  pengakuan Sofyan kepada majelis hakim, bahwa sampai saat ini sepeda motor tersebut belum ditemukan, dan uang hasil penjualan sepeda itu digunakan untuk kebutuhannya sehari-hari.

"Belum ditemukan yang mulia," kata Sofyan sebelum pembacaan putusan.

Akibat perbuatannya, Misweldi mengalami kerugian Rp 6 juta. Sementara itu dalam perkara ini, perantara penjual sepeda motor yang bernama Joko masih DPO. (Ag)

Apa reaksi anda tentang artikel ini?

Loading...