Hakim PN Batam Ingatkan Jaksa Minta Sidang Terdakwa Harus Sesuai Jadwal - DINAMIKA KEPRI.COM

Friday, 13 September 2019

Hakim PN Batam Ingatkan Jaksa Minta Sidang Terdakwa Harus Sesuai Jadwal

  Dibaca: 1 kali


Hakim PN Batam, Renni Pitua Ambarita, Marta Napitupulu dan Egi Novita.

Dinamika Kepri, Batam - Hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam, Marta Mapitupulu dengan tegas mengingat para jaksa yang bertugas mendakwa dan menuntut terdakwa di PN Batam, agar mematuhi peraturan Pengadilan dengan tidak lagi menyidangkan terdakwa di luar jadwal yang sudah ditentukan.

"Karena sudah ada aturannya, kami mengigatkan mulai hari ini para terdakwa yang disidangkan, harus sesuai dengan jadwal sidangnya. Jika tidak, kami majelis akan menolaknya, karena itu terkontrol dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara Pengadilan (SIPP)," kata hakim Marta sebelum membuka sidang putusan dua terdakwa perkara 1800 pil ekstasi, di salah satu ruang sidang PN Batam, Kamis (12/9).

Penegasan itu disampaikan hakim Marta memalui jaksa penuntut Samsul Sitinjak yang saat itu sendiri berada di ruang sidang.

Tak hanya itu, sebelumnya beberapa waktu lalu saat sidang, hakim Marta juga pernah mengingatkan agar para jaksa saat akan sidang, tidak rebutan memanggil nama para terdakwa, sebab hal itu akan menimbulkan kebisingan di ruang sidang.

Pantuan media ini, hakim Marta menegaskan jadwal sidang harus dilakukan sesuai jadwalnya, itu karena dua terdakwa Andrew Susilo dan Deni Nastilanda sidang perkara Narkotika kepemilikan barang bukti 1800 pil ekstasi yang sebelumnya dituntut jaksa 8 tahun penjara, dibawa ke ruang sidang, sementara kedua terdakwa bukan jadwalnya untuk disidangkan.

Jadwal sidang agenda putusan terhadap dua terdakwa Andrew Susilo dan Deni Nastilanda ini harusnya dilakukan pada hari Selasa tanggal 10 September 2019 lalu, namun dilakukan pada hari Kamis  tanggal 12 September 2019.

Meski hakim Marta menegaskan bahwa sidang harus sesuai jadwal, namun sidang putusan terhadap kedua terdakwa itu tetap dilakukan dengan memvonis kedua terdakwa masing-masing 7 tahun penjara denda Rp 1 miliar subsidair 3 bulan kurungan penjara.

Sidang itu terpaksa dilakukan diduga karena masa penahanan kedua terdakwa dari Pengadilan Tinggi tinggal 12 hari lagi yakni akan berakhir pada tanggal 24 September 2019.

" Hari ini hakim lagi berbaik hati,'' kata hakim Marta menutup sidang.

Karena katanya hakim lagi berbaik hati saat itu, semua terdakwa yang divonisnya hari itu di bawah tuntutan jaksa. Akibatnya menanggapi putusan, kepada majelis hakim, jaksa Samsul Sitinjak pun menyatakan pikir-pikir. (Ag)

Apa reaksi anda tentang artikel ini?

Loading...