Enam Kali Dijadwalkan, Namun Tuntutan Terdakwa Mulya Dwi Wulansari tak Kunjung Dibacakan - DINAMIKAKEPRI.COM

Enam Kali Dijadwalkan, Namun Tuntutan Terdakwa Mulya Dwi Wulansari tak Kunjung Dibacakan

 

Terdakwa Mulya Dwi Wulansari.

Dinamika Kepri, Batam - Meski sudah enam kali dijadwalkan, namun tuntutan terhadap terdakwa Mulya Dwi Wulansari sidang pekara Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) terkait PT. Hi-Test saat ini tak kunjung dibacakan oleh Jaksa Penunut Umum (JPU) Karya So Immanuel Gort, SH, Selasa (17/9/2019)

" Sidang hari ini ditunda karena tuntutannya belum turun dari Kejati," ucap Karya So yang akrab disapa bang Immanuel itu, ke awak media ini di Pengadilan Negeri (PN) Batam.

Sama halnya dengan Pensehat Hukum terdakwa Mulya Dwi Wulansari, Tulus Hartawan, SH saat dikonfirmasi awak media ini di PN Batam, juga mengatakan demikian.

" Ya, sidangnya ditunda, sebab kata jaksa tuntutannya belum turun dari Kejati," pungkas Tulus.

Saat ditanyakan kembali terkait masa penahanan terdakwa untuk sampai saat ini, kata Tulus Hartawan, SH bahwa masa penahanan terdakwa masih ada.

Pantuan media ini di laman SIPP PN Batam, masa penahanan terdakwa Mulya Dwi Wulansari dari  Hakim PN perpanjangan kedua oleh Ketua PT akan berakhir tanggal 24 Oktober 2019.

Dalam perkara ini, terdakwa Mulya Dwi Wulansari didakwa JPU dengan ancaman pidana sebagaimana diatur dalam pasal 48 ayat (2) Jo 32 ayat (2) Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHPidana, atau Kedua ancaman pidana pasal 48 ayat (2) Jo 32 ayat (2) Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHPidana.

Terdakwa ini disidangkan karena diduga melakukan penggambilan foto atau gambar alat-alat di Laboratorium PT. Hi-Test berupa peralatan uji korosi yaitu water bath, timbangan digital dan juga foto ruangan laboratorium Korosi dengan menggunakan Handphone setelah itu terdakwa lalu mengirimkan foto itu melalui Aplikasi WA (Whatsup)  ke Slamat Santoso Alias Andreas Lembono.

Dalam persidangan, terdakwa mengaku ia melakukan itu berkat atas suruhan dari Slamat Santoso dengan janji akan memperkerjakannya dengan gaji yang lebih tinggi dari gaji yang didapatkan terdakwa di PT. Hi-Test.

Mengetahui hal itu, pihak PT. Hi-Test lalu melaporkan Mulya Dwi Wulansari ke polisi untuk diproses hukum. (Ag)




Scroll to top