Dua Pelaku Jaringan Narkotika Internasional BB Sabu 2 Kilo Divonis 20 Tahun Penjara - DINAMIKA KEPRI.COM

Tuesday, 10 September 2019

Dua Pelaku Jaringan Narkotika Internasional BB Sabu 2 Kilo Divonis 20 Tahun Penjara

  Dibaca: 1 kali


Kedua terpidana usai sidang putusan di PN Batam, Selasa (10/9/2019).

Dinamika Kepri, Batam -  Mohammad Haznizam Warga Negara Asing (WNA) asal Malaysia dan Maizatul Akmal Warga Indonesia pemilik Barang Bukti (BB) jenis sabu seberat 2116 gram (2 Kilogram) divonis 20 tahun penjara oleh hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam, Selasa (10/9/2019).

Dalam amar putusan, terdakwa yang merupakan jaringan Narkotika Internasional Malaysia-Indonesia itu dinyatakan terbukti bersalah melakukan percobaan atau permufakatan jahat tanpa hak atau melawan hukum, memproduksi, mengimpor, mengekspor atau menyalurkan Narkotika golongan satu bukan dalam bentuk tanaman yang beratnya melebihi 5 gram sebagaimana diatur di dalam pasal 113 ayat (2) jo Pasal 132 Ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2009  tentang  Narkotika.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Haznizam dan Maizatul Akmal masing-masing selama 20 tahun penjara dikurangi selama terdakwa ditahan denda Rp 1 miliar subsidair 6 bulan kurungan penjara. Menetapkan barang bukti berupa Narkotika golongan satu jenis sabu, dirampas untuk dimusnahkan," baca Ketua Majelis Hakim, Renni Pitua Ambarita.

Terhadap putusan itu, kepada hakim kedua terdakwa menerima putusan tersebut. Beda dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Mart Mahendra Sebayang yang menggantikan Jaksa Rumondang Manurung, kepada hakim menyatakan pikir pikir.

Sebelumnya kedua terdakwa ini dituntut jaksa 20 tahun penjara denda Rp 1 miliar subsidair 1 tahun kurungan penjara.

Sebelumnya kedua terdakwa ini ditangkap polisi pada hari Kamis tanggal 28 Maret 2019 lalu sekira pukul 2:35 Wib di Pelabuhan Rakyat Tanjung Riau, Sekupang Batam, Kepri.

Sabu itu dibawa terdakwa dari Malaysia ke Batam dengan upah Rp 80 juta dengan menggunakan jalur gelap melalui Pelabuhan Rakyat Tanjung Riau, Batam atas suruhan Dahri alias Ari (DPO).

Apa reaksi anda tentang artikel ini?

Loading...