Simpan Sabu dalam Perut, Siti Nurkhalifah Divonis 12 Tahun Denda Rp 1 Miliar - DINAMIKA KEPRI.COM

Saturday, 17 August 2019

Simpan Sabu dalam Perut, Siti Nurkhalifah Divonis 12 Tahun Denda Rp 1 Miliar

  Dibaca: 1 kali


Siti Nurkhalifah tampak berdiri saat mendengarkan putusan di PN Batam, Kamis (16/8/2019) sore.

Dinamika Kepri, Batam - Siti Nurkhalifah alias Kolif binti Yakup, kurir Narkotika internasional Indonesia-Malaysia dengan Barang Bukti (BB) 4 paket sabu seberat 254,93 gram disimpan perut, akhirnya divonis 12 Tahun Penjara denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan penjara oleh hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam, Kamis (16/8/2019).

Dalam amar putusan, majelis hakim diketuai Marta Napitupulu, menyatakan terdakwa Siti Nurkhalifah alias Kolif binti Yakup telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana melanggar pasal 114 ayat (2) Jo pasal 132 ayat (1) UU RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika dan memerintahkan barang bukti sabu dirampas untuk dimusnahkan.

Menyatakan barang bukti berupa 16 lembar uang pecahan Rp.100.ribu, 21 lembar uang pecahan Rp.50 ribu, 6 lembar uang pecahan RM 10 (sepuluh ringgit Malaysia) dan 2 lembar uang pecahan RM 5 (lima ringgit Malaysia) dirampas untuk negara dan mengembalikan barang bukti paspor atas nama Siti Nurkhalifah kepada terdakwa.

Dalam perkara ini, di fakta persidangan, kepada hakim terdakwa Siti Nurkhalifah mengaku sudah puluhan kali berhasil membawa sabu dengan cara yang serupa, dan pengakuan itu dibacakan hakim saat putusan.

Siti Nurkhalifah dan Parni beserta barang bukti.
Terhadap putusan itu, wanita yang sebelumnya ditangkap Ditresnarkoba Polda Kepri di Pintu kedatangan Pelabuhan Internasional Batam Center, Batam saa bersama temannya pria bernama Parni alias Agung bin Darmo itu (berkasterpisah), kepada hakim menyatakan menerima hukuman yang dijatuhkan padanya.

Namun tidak serta merta, menanggapi putusan itu, kepada hakim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rumondan Manurung menggantikan jaksa Mart Mahendra Sebayang, menyatakan pikir-pikir.

Vonis yang dijatuhkan majelis hakim terhadap terdakwa yakni lebih ringan 3 tahun dari tuntutan jaksa sebelumnya terdakwa Siti Nurkhalifah dituntut selama 15 tahun denda Rp 1 miliar subsidair 1 tahun penjara.

Disidang sebelumnya, Parni alias Agung bin Darmo dengan barang bukti sabu seberat 263,79  gram
juga telah divonis bersalah dengan 11 tahun penjara denda Rp 1 miliar subsidair 6 bulan kurungan penjara.

Sebagaimana pengakuan keduanya dalam sidang, mereka menyimpan sabu ke dalam perut dengan cara memasukannya melalui anusnya. Keduanya mengaku sama-sama berangkat dari Pasir Gudang, Malaysia menaiki  kapal Ferry MDM Express menuju Batam.

Rencananya sabu itu akan dibawa ke Surabaya. Mereka melakukan itu karena disuruh oleh sesorang laki-laki bernama Noim (DPO) dari Malaysia dengan imbalan Rp 27 juta.(Ag)

Apa reaksi anda tentang artikel ini?

Loading...