Mantan Ketua DPRD Kepri Nur Syafriadi: Pak Ismeth Bukan Barang Baru - DINAMIKA KEPRI.COM

Sunday, 18 August 2019

Mantan Ketua DPRD Kepri Nur Syafriadi: Pak Ismeth Bukan Barang Baru

  Dibaca: 1 kali


Drs. H. Ismeth Abdullah (kanan) saat peresmian Rumah Juang Badan Pemenangan Ismeth Abdullah Calon Gubernur Kepri tahun 2020, di Komplek Ruko Businis Center, Batam Center, Batam, Sabtu (17/8/2019).

Dinamika Kepri, Batam - Mantan Ketua DPRD Kepri, Nur Syafriadi mengatakan, sosok Ismeth Abdullah bukanlah barang baru di Kepri. Selain itu, mantan Deputi Pengusahaan Sarana BP Batam itu juga mengatakan bahwa sosok Ismeth Abdullah masih sangat cukup layak untuk memimpin Kepri ini di tahun 2020 mendatang.

"Pak Ismeth Abdullah ini bukanlah baru di Kepri. Siapa yang tidak mengenalnya. Dari mulai sejak memimpin Otorita Batam hingga menjadi Gubernur pertama di Provinsi Kepri, kita sudah mersakan dan mengetahui bagaimana kinerjanya. Menurut saya, sosok Ismeth Abdullah ini masih sangat cukup layak untuk memimpin Kepri ini di tahun 2020 mendatang," kata Nur Syafriadi dalam kata sambutanya di acara peresmian Rumah Juang Badan Pemenangan Ismeth Abdullah calon Gubernur Kepri tahun 2020, di komplek Ruko Businis Center, Batam Center, Batam, Sabtu (17/8/2019) sore.

Baca jugaMenuju Kepri Satu, Ismeth Abdullah Pilih Jalur Independen

Kata Nur Syafriadi mengisahkan, baginya sosok Ismeth adalah sosok pemberi motivasi padanya hingga bisa mengantarkannya di awal karir politiknya menjadi Ketua di Komisi C DPRD Kota Batam hingga menjadi Ketua DPRD Provinsi Kepri.

Tak hanya itu, tercapainya Kepri menjadi Provinsi, kata Nur Syafriadi juga tidak terlepas dari perannya sosok Ismeth Abdullah dari belakang layar yang tidak diketahui semua orang.

"Waktu itu, meski dari belakang layar, Pak Ismeth Abdullah terus mendukung pergerakan dengan berbagai upaya, agar Kepri bisa jadi provinsi," ucap Nur Syafriadi.

Tak hanya itu, Nur Syafriadi juga menyinggung soal pernahnya Ismeth Abdullah berperkara hukum terkait pengadaan mobil pemadam kebakaran (Damkar). Kata dia, posisi Ismeth Abdullah saat itu adalah sebagai orang yang dikorbankan.

"Kita tahu, Pak Ismeth Abdullah ini dulu pernah tersangkut kasus Damkar. Dan kita juga tahu dalam kasus itu, Pak Ismeth bukan di OTT KPK. Menurut saya, kalau saya lihat posisi pak Ismeth waktu itu seperti dikorbankan," ungkap Nur Syafriadi.

Lebih lanjut dikatakannya, untuk mewujudkan Kepri yang lebih baik, tidak salah jika masyarakat Kepri kembali mempercayakan Kepri satu kepada Ismeth Abdullah.

Baca jugaAlamak! Ucapan Papan Bunga di Rumah Juang Ismeth Abdullah Hancur Berantakan

Sebagai mantan Gubernur pertama di Kepri dan juga salah satu pendukung terbentuknya Provinsi Kepri, tentunya masih banyak program-program memajukan kehidupan masyarakat yang belum terlaksana sewaku ia memimpin dahulu.

Sebelumnya mengakhiri kata sambutannya, Nur Syafriadi juga meminta dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Kepri, agar di tahun 2020 nanti, Ismeth Abdullah dapat kembali memimpin sebagai Gubernur Kepri.

"Kepri bangkit, Ismeth balik! Kepri bangkit, Ismeth balik! Kepri bangkit, Ismeth balik!," seru Nur Syafriadi mengakhiri sambutannya.

Sebelumnya pada tanggal 23 Agustus 2010 lalu, mantan Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ismeth Abdullah divonis 2 tahun penjara dan denda Rp 100 juta oleh hakim, di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Jakarta.

Ismeth Abdullah waktu itu dinyatakan hakim terbukti melakukan tindak pidana korupsi terkait Damkar pada tahun 2004 dengan kerugian negara mencapai Rp 5,4 miliar.(Ag)

Apa reaksi anda tentang artikel ini?

Loading...