Ketahuan Sembunyikan Sabu di Bra dan Pembalut, Marni Dituntut Jaksa 9 Tahun Penjara - DINAMIKA KEPRI.COM

Wednesday, 28 August 2019

Ketahuan Sembunyikan Sabu di Bra dan Pembalut, Marni Dituntut Jaksa 9 Tahun Penjara

  Dibaca: 1 kali


Terdakwa Marni Binti Matnur. 

Dinamika Kepri, Batam - Marni Binti Matnur pemilik Barang Bukti (BB) Narkotika jenis sabu seberat 179,10 gram, dituntut jaksa penuntut 9 tahun penjara denda Rp 1 miliar subsidair 1 tahun kurungan penjara, saat sidang agenda penuntutan di PN Batam, Senin (26/8/2019).

Dalam amar tuntutannya, Jaksa Penunut Umum (JPU) Karya Immanuel menyatakan terdakwa Marni binti Matnur terbukti berasalah dengan tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan narkotika Golongan I sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang dalam bentuk tanaman beratnya melebihi 1 (satu) kilogram atau melebihi 5 batang pohon atau dalam bentuk bukan tanaman beratnya 5 gram sebagaimana diatur di dalam pasal 114 ayat (2) Undang Undang RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Menuntut agar terdakwa Marni binti Matnur dihukum dengan pidana penjara selama 9 tahun, denda Rp 1 miliar subsider 1 tahun kurungan penjara,” kata jaksa Immanuel membacakan amar tuntutan menggantikan jaksa Friesti Putri Gina.

Terhadap tuntutan itu, kepada majelis hakim diketuai Taufik Nainggolan didampingi dua hakim anggota, Dwi Nuramanu dan Yona Lamerosa, secara lisan terdakwa Marni meminta keringanan hukuman.

Diuraikan dalam dakwaan sebelumnya, wanita asal Lombok ini sebelumnya ditangkap pada Senin tanggal 20 Mei 2019  sekira pukul 11.30 Wib di Bandara Hang Nadim Kota Batam saat hendak berangkat  terbang ke Lombok dengan transit melalui Bandara Husen Sastranegara Bandung.

Ia ditangkap karena alarm pintu WTMD berbunyi pada saat terdakwa melintas. Dari hasil pemeriksaan petugas Aviation Security ( Avsec) bandara, darinya ditemukan barang bukti 3 bungkus Narkotika jenis sabu dibungkus dengan plastic transparan dengan berat 179,10 gram.

Barang haram itu disembunyikan di balik Bra/BH yang dipakainya dan di pembalut yang disembuniyakan dibalik celananya.

Menurut pengakuannya dalam sidang, sabu itu didapatkan dari seseorang bernama Ria (DPO) di Malaysia. Sabu itu dijemputnya ke Malaysia dengan imbalan jika sabu itu sampai ke tujuan (Lombok=red) ia akan mendapatkan imbalan Rp 70 juta.(Ag)

Apa reaksi anda tentang artikel ini?

Loading...