Joni Afriadi Penyebar Foto Mayat Perempuan Terapung di Air Divonis 6 Bulan Penjara - DINAMIKA KEPRI.COM

Tuesday, 27 August 2019

Joni Afriadi Penyebar Foto Mayat Perempuan Terapung di Air Divonis 6 Bulan Penjara

  Dibaca: 1 kali


Ilustrasi. (F/irishtimes.com)

Dinamika Kepri, Batam - Joni Afriadi pemosting ujaran kebencian di media sosial Facebook (FB) divonis 6 bulan penjara denda Rp 500 juta subsidiair 2 bulan kurungan penjara oleh hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam, Rabu (21/8/2019).

Dalam amar putusan, majelis hakim diketuai Taufik Nenggolan didampingi dua hakim anggota Dwi Nuramanu dan Yona Lamerossa Ketaren, menyatakan terdakwa Joni Afriadi telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar pasal 45A ayat (2) UU RI nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Jo pasal 28 ayat (2) UU RI nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Terdakwa dinyatakan bersalah karena telah melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) sebagaimana dimaksud dalam pasal 28 ayat (2) sebagaimana dalam dakwaan kesatu oleh penuntut umum.

Vonis yang dijatuhkan hakim terhadap terdakwa yakni lebih ringan 4 bulan dari tuntutan jaksa Muhammad Rizki Harahap sebelumnya yang menuntut terdakwa 10 bulan penjara denda Rp 500 juta subsidair 2 bulan kurungan penjara.

Sebelumnya, Joni Afriadi warga Tiban Baru, Sekupang Batam ini ditangkap polisi karena memosting konten gambar yang berisikan adanya seorang mayat perempuan yang terapung di air dan  2 orang polisi yang sedang mengamati sessosok mayat dengan tulisan atau caption “Mayat (Lili Ali) yang minta gempa kemarin” di laman akun FB nya.

Ia ditangkap karena konten yang dipostingnya di akun FB nya itu membuat orang-orang yang melihat menjadi percaya seakan postingan tersebut suatu kebenaran sehingga mengundang reaksi dikalangan masyarakyat, padahal foto mayat tersebut adalah merupakan foto mayat seorang ibu yang tenggelam di Sungai Siak, Pekanbaru, Riau.

Postingan yang diungahnya itu ialah kelanjutan dari postingan sebelumnya yang sudah mengunggah postingan berupa gambar postingan akun FB dengan nama Lili Ali berupa foto Presiden Joko Widodo dengan diberikan caption “Biar Gempa Mogoyang Palu. Eykerr tetap pilih Pa dee".

Pada gambar tersebut juga terdapat tulisan berbunyi “Permintaan yang terkabul, Tgl 22 Minta Gempa, Tgl 29 Dijawab Tsunami oleh Allah”. (Ag)

Apa reaksi anda tentang artikel ini?

Loading...