Jaringan Narkotika Internasional BB 7 Kilo Sabu Divonis Penjara Seumur Hidup - DINAMIKA KEPRI.COM

Friday, 9 August 2019

Jaringan Narkotika Internasional BB 7 Kilo Sabu Divonis Penjara Seumur Hidup

  Dibaca: 1 kali


Kelima terpidana penjara seumur hidup (baju merah) di PN Batam, Kamis (8/8)

Dinamika Kepri, Batam - Lima orang kawanan jaringan Narkotika internasional dengan Barang Bukti (BB) 7 Kilogram, Robat Chandrasena berkewarganegaraan Malaysia bersama 4 orang rekannya warga indonesia, Zulfadli, Anwar, Mustafa dan Abdul Kadir, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup oleh hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam, Kamis (8/8).

Dalam amar putusannya, majelis hakim yang diketuai Taufik Abdulah Nenggolan didampingi dua hakim anggota menyatakan bahwa kelima terdakwa telah terbukti secara sah bersalah dan meyakinkan melakukan tindak pidana “pemufakatan jahat tanpa hak atau melawan hukum menjadi perantara dalam jual beli Narkotika Golongan I dalam bentuk bukan tanaman yang beratnya melebihi 5 (lima) gram”, sebagaimana diatur dan diancam dalam dakwaan Primair Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Terhadap putusan itu, didampingi penasehat hukumnya Eliswita, kepada majelis hakim kelimanya menyatakan menerima vonis yang dijatuhkan. Demikian juga dengan Immanuel selaku jaksa penuntut, juga mengatakan menerima putusan tersebut.

Terkait BB berupa sabu sebanyak 7000 gram (7 Kg), BB catatan penjualan dan BB ponsel milik para terpidana dinyatakan dirampas untuk dimusnahkan.

Terkait vonis yang dijatuhkan majelis hakim terhadap kelimanya, yakni sesuai dengan tuntutan jaksa penuntut umum yang sebelumnya menunut penjara seumur hidup.

Dalam fakta sidang, barang haram tersebut diakui adalah pesanan dari seseorang yang berada di Parung Bogor Jawa Barat bernama Banta Saidi alias Ayah Abit (Dalam Daftar Pencarian Orang/DPO). Selain Banta Saidi, dalam hal ini yang bernama Kari juga menjadi DPO.

Dikatakan, Sabu itu dikirim dari dari seseorang bernama AH Meng di Malaysia, sedangkan tujuan sabu itu rencananya akan diedarkan di Bogor dan di Jakarta.

Dalam hal ini, Robat Candrasena yang ditangkap di Batam itu mengaku bukan kali ini saja, karena sebelumnya ia sudah 5 kali berhasil melakukan transaksi dengan Banta Abit.

Sebelumnya jaringan ini ditangkap polis pada Senin tanggal 26 Nopember 2018 sekitar pukul 11.15 WIB di Area parkir Hotel Planet Holiday, Jalam Raja Ali Haji, Sei Jodoh, Batu Ampar, saat hendak melakukan transaksi dengan BB 7 Kg sabu yang terbungkus 7 plastik teh warna gold bertuliskan tulisan China.(Ag).

Apa reaksi anda tentang artikel ini?

Loading...