Herlina Penyimpan Pil Ekstasi dalam Kemaluan Dituntut 15 Tahun Penjara - DINAMIKA KEPRI.COM

Tuesday, 6 August 2019

Herlina Penyimpan Pil Ekstasi dalam Kemaluan Dituntut 15 Tahun Penjara

  Dibaca: 1 kali


Terdakwa Herlina Binti Hamza.

Dinamika Kepri, Batam - Terdakwa Herlina Binti Hamza penyimpan Pil Ekstasi 970 butir di dalam Softek dan di kemaluan dituntut 15 tahun penjara denda Rp 1 miliar subsider 1 tahun kurungan penjara.

Tuntutan tersebut dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Samsul Sitinjak dihadapan majelis hakim diketuai Renni Pitua Ambarita didampingi dua hakim anggota, Marta Napitupulu dan Egi Novita serta dihadapan terdakwa pada sidang tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Selasa (6/8).

Menurut amar tuntutan yang dibacakan  (JPU) menyatakan terdakwa Herlina Binti Hamza telah terbukti bersalah menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan I dalam bentuk bukan tanaman, yang beratnya melebihi 5 gram dengan melanggar pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Dalam perkara ini, lanjut Samsul bahwa perbuatan terdakwa telah meresahkan masyarakat serta tidak mendukung program pemerintah dalam upaya pemberantasan tindak pidana Narkotika.

Usai mendengarkan kemudian majelis hakim menunda sidang satu kedepan dengan pembelaan dari terdakwa.

JPU dalam surat dakwaan sebelumnya menjelaskan bahwa terdakwa Herlina binti Hamzah sebelumnya ditangkap oleh petugas AVSEC Bandar Udara Hang Nadim Batam ketika terdakwa sedang melewati pemeriksaan di mesin X-Ray dan mesin pemeriksaan badan (body).

Saat diperiksa, petugas melihat ada benda yang mencurigakan, dan langsung melakukan penggeledan dan menemukan Ekstasi di dalam softex yang sedang digunakan oleh terdakwa.

Untuk melakukan pemeriksaan yang lebih mendalam, terdakwa kemudian dibawa ke kantor Bea dan Cukai Batam di Batu Ampar.

Setelah sampai di  Kantor Bea dan Cukai Batu Ampar, Batam, petugas kembali menemukan beberapa bungkus Ekstasi yang dikeluarkan terdakwa dari vaginanya.

Dari penangkapan ini, petugas berhasil mengamankan barang bukti Narkotika jenis ekstasi sebanyak 970 butir dengan berat total 286,7 gram.


Menurut pengakuan terdakwa asal Lingga itu, barang haram tersebut ia bawa dari Malaysia, selanjutnya akan dibawa ke Palembang menggunakan pesawat.

Untuk membawa ekstasi itu, terdakwa mengaku mendapatkan upah sebesar Rp 20 juta dari Prabu (DPO) warga negara Malaysia selaku pemilik barang. (Ag)

Apa reaksi anda tentang artikel ini?

Loading...