Dituntut 7 Tahun Penjara, Nur Hidayanti BB Sabu 0,40 Gram Menangis Minta Keringanan Hukuman - DINAMIKA KEPRI.COM

Tuesday, 20 August 2019

Dituntut 7 Tahun Penjara, Nur Hidayanti BB Sabu 0,40 Gram Menangis Minta Keringanan Hukuman

  Dibaca: 1 kali


Terdakwa Nur Hidayanti Binti Andi Baso (baju merah). (F/Adonara).

Dinamika Kepri, Batam - Nur Hidayanti Binti Andi Baso, seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) menangis dalam sidang setelah dirinya dituntut jaksa 7 tahun penjara denda sebesar Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan di Pengadilan Negeri (PN) Batam,  Senin (19/8/2019).

IRT ini dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Mart Mahendra  selama 7 tahun penjara, karena terbukti menyimpan Narkotika jenis sabu seberat 0,40 gram.

Dalam amar tuntutan, JPU menyatakan terdakwa Nur Hidayanti melanggar pasal 114 ayat (1) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

"Menyatakan terdakwa Nur Hidayanti binti Andi Baso bersalah melakukan tindak pidana “tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan I bukan tanaman” Sebagaimana yang didakwakan kepada terdakwa yaitu melanggar pasal 114 ayat (1) UU RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika. Menuntut agar majelis hakim yang menangani perkara ini menjatuhkan pidana penjara selama 7 tahun dengan dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dengan perintah terdakwa tetap ditahan dan denda sebesar Rp 1 miliar subsidair 6  bulan penjara," baca JPU Mahendra dalam amar tuntutan.

"Menyatakan barang bukti berupa 1 paket Narkotika jenis serbuk Kristal jenis shabu dibungkus plastik transparan, 1 buah kotak kaca mata warna hijau, 1  buah mancis, 2 buah pipet, 1 unit Handphone merk Xiaomi 4A warna gold berikut kartunya dan 1 buah tas warna coklat, dirampas untuk dimusnahkan," lanjut JPU.

Mendengar tuntutan itu, terdakwa Nur Hidayanti langsung menangis. Dalam pembelaan secara lisannya ke majelis hakim yang diketuai oleh Jasael didampingi oleh Efrida Yanti dan Muhammad Chandra, terdakwa meminta keringanan hukuman.

“Saya menyesal dan mengaku bersalah yang mulia. Saya tidak akan melakukanya lagi. Saya meminta agar hukuman saya diringankan,” kata Nur Hidayanti menangis.

Terhadap pembelaan terdakwa, saat ditanyakan majelis hakim kepada JPU apa tanggapannya, JPU menyatakan tetap pada tuntutan.

Setelah mendengar jawaban dari JPU atas pembelaan terdakwa, kemudian majelis hakim menunda persidangan selama satu minggu ke depan dengan agenda membacakan putusan.

“Untuk pembacaan putusan, sidang kita tunda selama satu Minggu,” Pungkas Jasael menutup persidangan.

Sebelumnya, wanita birhijab ini ditangkap polisi karena tertangkap tangan memiliki narkotika jenis sabu seberat 0,40 gram yang disimpan di kotak kaca mata.

Nur ditangkap anggota Satreskrim Narkoba Polresta Barelang di Jalan Depan Kos – Kosan Lucky Permai No. 28, Kec. Lubuk Baja, Batam pada hari Sabtu tanggal 30 Maret 2019 sekitar pukul 20:30 Wib.

Kata saksi penangkap dalam sidang sebelumnya, penangkapan terhadap Nur Hidayanti ialah merupakan pengembangan terhadap rekannya yang terlebih dahulu ditangkap oleh anggota Satreskrim Narkoba Polresta Barelang.

Keterangan saksi penangkap dipersidangan, juga tidak dibantah oleh terdakwa. Terdakwa membenarkan bahwa pada saat dirinya ditangkap, barang haram itu diakuinya Ia sembunyikan di dalam kotak kacamata warna hijau dalam tas sandang miliknya.

“Sabu itu saya sembunyikan di dalam kotak kacamata warna hijau. Sabu itu saya dapat dari Deni yang mana nantinya akan kami pakai bersama,” jawab terdakwa Nur. (Ag)


Apa reaksi anda tentang artikel ini?

Loading...