Ditreskrimum Polda Kepri Gagalkan Pengiriman 21 Orang Pekerja Ilegal Indonesia ke Malaysia - DINAMIKA KEPRI.COM

Wednesday, 7 August 2019

Ditreskrimum Polda Kepri Gagalkan Pengiriman 21 Orang Pekerja Ilegal Indonesia ke Malaysia

  1 kali


Wadir Reskrimum Akbp Arie Dharmanto (tengah) tunjukan BB ke awak media.

Dinamika Kepri, Batam - Sebanyak 21 orang pekerja migran indonesia ilegal ke Malaysia yang hendak berangkat melalui jalur gelap (tak resmi=red),  berhasil digagalkan oleh Ditreskrimum Polda Kepri dari di Kampung Tua Teluk Mata Ikan, Noungsa, Batam, demikian disampaikan Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol. Drs. S. Erlangga saat konferensi pers di Mapolda Kepri, Selasa (6/8/2019).

Dijelaskannya, upaya penggagalan itu dilakukan pada hari Minggu (4/08) sekitar pukul 14.00 Wib dimana setelah penyidik Ditreskrimum Polda Kepri mendapat informasi menyebutkan akan adanya pemberangkatan pekerja migran indonesia ilegal ke Malaysia di Kampung Tua Teluk Mata Ikan.

Kemudian setelah dilakukan penyelidikan didapati sebanyak 21 orang terdiri dari wanita dan pria sedang berada di dalam hutan daerah Kampung Tua Teluk Mata Ikan yang rencananya akan diberangkatkan ke Malaysia.

Setelah itu pada pukul 01.00 Wib dini hari, salah satu pengurus yang berinisisal LFH alias FR menjemput pekerja migran itu ke dalam hutan dan langsung dilakukan penangkapan.

Kemudian penyidik juga dapat mengamankan pengurus lainya beinisial RH alias DY dari sekitar Kampung Tua Pantai Nongsa, dan menemukan barang bukti lainnya berupa boat pancung kayu yang diduga akan dipergunakan oleh para pelaku untuk mengirim para pekerja migran secara ilegal ke Malaysia.

Para korban.
Sedangkan ke-21 korban itu diketahui 14 orang berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT) dan 7 orang lainnya dari Nusa Tenggara Barat (NTB).

Adapun Barang Bukti (BB) yang diamankan yakni berupa dua Passport, 1 unit mobil Calya BP 1836 AH, 1 unit Boat Pancung Kayu dengan mesin sebanyak 3 Unit 40 PK Merek Yamaha, 3 unit Hanphone, Uang senilai Rp. 1,7 juta yang digunakan sebagai dana operasional keberangkatan.

"Pasal yang dikenakan terhadap kedua tersangka adalah pasal 81 dan pasal 83 undang-undang Republik Indonesia nomor 18 tahun 2017 tentang penempatan Pekerja Migran Indonesia di luar negeri secara illegal, dengan ancaman paling lama selama 10 tahun kurungan dan denda senilai Rp. 15 milyar," tutup Kombes Pol. Drs. S. Erlangga.

Turut hadir pada konferensi Pers ini, dihadiri oleh Wadir Reskrimum Akbp Arie Dharmanto, Kasubdit IV Ditreskrimum Kompol Dhani Catra Nugraha dan Kaur Mitra Bidhumas Polda Kepri AKP. Syarifuddin. (Ril)

Apa reaksi anda tentang artikel ini?