Alan Kurniawan Kurir Sabu Batam - Lombok BB 170 Gram Divonis 9 Tahun Penjara - DINAMIKA KEPRI.COM

Friday, 16 August 2019

Alan Kurniawan Kurir Sabu Batam - Lombok BB 170 Gram Divonis 9 Tahun Penjara

  Dibaca: 1 kali


Terpidana 9 pahun penjara, Alan Kurniawan. (baju merah/kiri).

Dinamika Kepri, Batam - Alan Kurniawan kurir sabu Batam - Lombok pemilik Barang Bukti (BB) seberat 170 gram, divonis 9 tahun penjara denda Rp 1 miliar subsidair 3 bulan kurungan penjara oleh hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam, Kamis (15/8/2019).

Dalam amar putusannya, dibacakan ketua majelis hakim Jasael Maullang, terdakwa Alan Kurniawan dinyatakan secara sah terbukti dan meyakinkan bersalah melakukan tidak pidana “Tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman yang beratnya melebihi 5 (lima) gram”, sebagaimana diatur dan diancam pidana melanggar pasal 112 ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Terhadap putusan itu, tidak didampingi seorang penasehat hukum, kepada majelis hakim, Alan Kurniawan menyatakan menerima putusan tersebut, begitu juga dengan jaksa penuntut umum, juga menyatakan menerimanya.

Vonis yang dijatuhkan terhadap terpidan ini yakni lebih ringan subsidair 3 bulan dari tuntutan jaksa sebelumnya yang menuntut 9 tahun penjara denda Rp 1 miliar subsidair 6 bulan kurungan penjara.

Sebagaimana diuraikan dalam dakwaan sebelumnya, Alan Kurniawan sebelumnya ditangkap pada tanggal 5 Mei 2019 sekitar pukul 07.45Wib di Bandara Hang Nadim, Batam saat hendak berangkat ke Surabaya.

Alan Kurniawan ditangkap petugas AVSEC Bandara saat setelah usai melakukan Pemeriksaan badan di Walk Through Metal Detector (WTMD) gate A9 Bandara Hang Nadim.

Pemeriksaan terhadap Alan dilakukan petugas karena dicurigai dari gerak-gerik dan matanya terlihat merah. Setelah diperiksa lebih seksama, akhirnya petugas mendapatkan barang bukti dua paket sabu dari sepatu Alan Kurniawan.

Dari ditemukannya barang bukti itu, Alan Kurniawan kemudian dibawa ke kantor Bea Cukai di Bandara Hang Nadim untuk dilakukan interogasi. Selanjutnya terdakwa dibawa ke kantor pelayanan Bea Cukai di Batu Ampar untuk pendataan dan dilakukan cek urine, dan untuk proses lebih lanjut, Alan Kurniawan beserta barang buktinya lalu diserahkan ke Sat Resnarkoba Polresta Barelang.

Rencananya, apabila sabu itu berhasil sampai ke tujuan terakhirnya yakni Lombok, Alan Kurniawan akan mendapatkan upah Rp 8 juta.

Pengakuan Alan dalam persidangan, sabu itu didapatkannya pada hari Kamis tanggal 02 Mei 2019 yang lalu dari rerumputan di dekat gerbang atau Gapura Pelabuhan Sekupang yakni atas perintah Andriawan (DPO).

Setelah itu, Andriawan lalu menyuruhnya Alan Kurnaiwan agar sabu itu dibawa ke Lombok dengan transit di Surabaya.

Alan dijanjikan akan mendapat upah Rp 8 juta jika sabu itu telah sampai ke tujuan. Tak hanya itu, untuk biaya keberangkatan Alan ke Lombok, Andriawan telah lebih dulu memberikan Alan Kurniawan uang sebesar Rp 4 juta.(Ag)

Apa reaksi anda tentang artikel ini?

Loading...