Akibat tak Bisa Menahan Emosi, Kadir Kosim Penganiaya Baharuddin di Masjid Divonis 5 Bulan Penjara - DINAMIKA KEPRI.COM

Friday, 30 August 2019

Akibat tak Bisa Menahan Emosi, Kadir Kosim Penganiaya Baharuddin di Masjid Divonis 5 Bulan Penjara

  Dibaca: 1 kali


Terpidana 5 bulan, Kadir Kosim. 

Dinamika Kepri, Batam - Kadir Kosim Bin Walkosim warga Abadi II Bengkong, Batam, pelaku penganiayaan terhadap dua orang Baharuddin dan Fauzi di teras Masjid Istiqomah Bengkong pada tanggal 28 Mei 2019 yang lalu, akhirnya divonis 5 bulan kurungan penjara olah hakim, di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Kamis (29/8/2019).

"Menyatakan terdakwa Kadir Kosim Bin Walikosim terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan sebagaimana yang didakwakan kepada terdakwa yaitu melanggar Pasal 351 ayat (1) KUHPidana. Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 5 Bulan. Menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang dijalani terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan," baca ketua majelis Hakim, Jasael Manullang.

Vonis yang dijatuhkan hakim terhadap Kadir Kosim yakni sesuai dengan tuntutan jaksa sebelumnya. Terhadap putusan, terdakwa menyakan menerima begitu juga dengan jaksa penuntut.

Sebagaimana diuraikan dalam dakwaan Jaksa penunut, Kadir Kosim diamankan polisi pada hari Selasa tanggal 28 Mei 2019. Ia diamankan karena menganiaya Baharuddin dan Fauzi di teras Masjid Istiqomah Bengkong.

Akibat penganiayaan itu, Fauzi mengalami luka sebagaimana visum et repertum No.139 / Dir / VER / VI / 2019 tanggal 13 Juni 2019 yang diperiksa oleh Dr. Desvaldi, dokter pada Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam, dengan hasil pemeriksaan rasa nyeri di pipi kanan dan luka lecet ditangan sebelah kiri dengan ukuran 1 cm dan lebar 0,2 cm.

Rasa nyeri di lengan atas bagian kanan dengan kesimpulan rasa nyeri dan luka lecet tersebut disebabkan oleh benturan keras benda tumpul.

Sedangkan korban Baharuddin mengalami luka sebagaimana hasil visum et repertum No.140 / Dir / VER / VI / 2019 tanggal 13 Juni 2019 yang diperiksa oleh Dr. Desvaldi, dokter pada Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam, dengan hasil pemeriksaan dengan rasa nyeri dipelipis sebelah kiri yang mana rasa nyeri tersebut disebabkan oleh benturan keras benda tumpul.

Penganiayaan itu terjadi, pengakuan Kadir Kosim Bin Walkosim dala sidang, karena dirinya tidak terima jika disepelekan. Karena sebelum pemukulan terjadi, ia sempat berbicara dengan korban Baharuddin, namun dia tidak dihiraukan dan akhirnya membuatnya emosi.(Ag)

Apa reaksi anda tentang artikel ini?

Loading...