UPTD DKP Provinsi Kepri Mediasikan Konflik Tapal Batas Laut antara Bakung Serumpun dan Desa Mamut - DINAMIKA KEPRI.COM

Friday, 12 July 2019

UPTD DKP Provinsi Kepri Mediasikan Konflik Tapal Batas Laut antara Bakung Serumpun dan Desa Mamut

  4 kali


Suasana Rapat Tapal Batas batas wilayah laut antara Desa Rejai, Kecamatan Bakung Serumpun, dan Desa Mamut Kecamatan Senayang, Lingga, Kamis (11/07/2019).

Dinamika Kepri, Lingga - Terkait klaim konflik batas wilayah laut antara Desa Rejai, Kecamatan Bakung Serumpun, dan Desa Mamut Kecamatan Senayang, UPTD DKP Provinsi Kepri didampingi Camat Senayang hadir untuk mengklarifikasi permasalahan Alat Tangkap Purse Seine (Pukat Cincin)

Turut hadir Camat Bakung Serumpun, Danramil Senayang, Kapolsubsektor Rejai, Babinsa Rejai, Kades dan BPD Rejai, Mamut, Baran serta pengusaha Alat Tangkap Purse Seine Desa Mamut dan Desa Baran di Aula Kantor Camat Bakung Serumpun, Kamis (11/07/2019)

UPTD DKP Provinsi Kepri Dalam hal ini melalui Seksi Pengawasan dan konservasi Pujianto mengatakan, kejadian ini hanya salah paham saja atau miskomunikasi, karna kita tau di laut ini tidak bisa kita sama kan dengan di darat, karna laut adalah milik kita bersama untuk mencari nafkah.

"Untuk wilayah tangkap itu sama saja, tidak ada yang melarang tapi, tergantung besar kapal yang dikerjakan, untuk masalah tapal batas yang telah disepakati oleh kedua Desa yaitu Desa Rejai dan Desa Mamut, kami dari UPTD  DKP Provinsi Kepri tidak berani memberi keputusan boleh apa tidak untuk memasang tapal batas laut, itu tergantung kesepakatan dari Desa" ucapnya

Saya berharap tidak ada tindakan yang merugikan dengan permasalahan ini, perlu Saya ingatkan jangan sampai peraturan yang antar desa sepakati terbentur dengan hukum, misalnya kalau desa membuat aturan denda terhadap yang melanggar aturan maka itu bisa terjerat kasus hukum berupa pungli

Jika terjadi pembakaran kapal bagi yang melanggar itu juga terindikasi kasus hukum juga termasuk tindakan kriminal, jadi saya harapkan selsaikan permasalahan ini dengan kepala dingin karena kita Serumpun sama-sama orang melayu, lanjutnya.

Sempat terjadi adu argumen antara pihak pengusaha alat tangkap purse seine Desa Mamut dan tokoh masyarkat desa rejai, akan tetapi  musyawarah tersebut berlangsung aman dan kondusif, sebagaimana diketahui alat tangkap purse seine tidaklah merusak ekosistem terumbu karang lain halnya dengan Pukat trawl yang memang merusak.

Dalam kesempatan itu salah satu Kaur Pemerintah Desa Rejai Albar, mohon maaf atas nama Desa Rejai karna dalam insident penangkapan tersebut masyarakat kami salah paham saja, karna faktor pasang surut arus laut hingga alat tangkap purse seine tersebut masuk di wilayah desa rejai.

"Saya atas nama Pemerintah Desa Rejai melalui Kaur Pemerintahan, mohon maaf yang sebesar-besar nya atas kejadian beberapa hari yang lalu, saya berharap kondisi dimasarakat kembali kondusif "tutup Albar. (Ril/K5)

Apa reaksi anda tentang artikel ini?