Terjaring OTT KPK, Nurdin Basirun Gubernur Kepri Ditetapkan Jadi Tersangka - DINAMIKA KEPRI.COM

Friday, 12 July 2019

Terjaring OTT KPK, Nurdin Basirun Gubernur Kepri Ditetapkan Jadi Tersangka

  4 kali


Nurdin Basirun pakai rompi orange. 

Dinamika Kepri, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Gubernur Kepulauan Riau, Nurdin Basirun sebagai tersangka kasus dugaan korupsi yang berkaitan dengan izin lokasi reklamasi dan gratifikasi, Jumat (12/7).

Usai menjalani pemeriksaan selama kurang lebih 13 jam, mantan Bupati Karimun tersebut keluar dari Gedung KPK sekitar pukul 02.55 WIB dini hari dengan menggunakan rompi oranye, dan tangan yang diborgol.

Ketika memasuki mobil tahanan, tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut Nurdin Basirun. Ia terus berjalan tanpa mengindahkan pertanyaan-pertanyaan dari awak media.

Pasca ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi, Nurdin Basirun ditahan di rumah tahanan (Rutan) Klas 1 cabang KPK, selama 20 hari pertama.

Selain Nurdin Basirun, Kadis Kelautan dan Perikanan, Edy Sofyan (EDS) ditahan di Rutan cabang KPK di Pomdam Jaya Guntur, Kabid Perikanan Tangkap, Budi Hartono (BUH) di Polres Metro Jakarta Timur, dan pihak swasta, Abu Bakar (ABK) Rutan Klas I Jaktim cabang KPK.

Atas perbuatannya, Nurdin Basirun disangkakan melanggar Pasal ‎12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11, dan Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sebelumnya, pada Rabu, 10 Juli 2019 kemarin, Tim Satuan Tugas (Satgas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan enam orang usai menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di daerah Kepulauan Riau (Kepri),  Salah satu yang diamankan dalam OTT tersebut yakni, Gubernur Kepri, Nurdin Basirun.

Selain Nurdin Basirun, tim juga mengamankan Kepala Dinas (Kadis) di bidang kelautan, seorang Kabid, dua staf dinas, dan pihak swasta. Enam orang yang diamankan.

Selain mengamankan enam orang, tim juga menyita uang sebesar 6.000 Dollar Singapura. Diduga uang tersebut merupakan barang bukti suap terkait izin lokasi rencana reklamasi di Provinsi Kepri. (Ril)

Apa reaksi anda tentang artikel ini?