Ibnu Hajar dan Sarie Dwiastuti Dugaan Penipuan Dituntut Jaksa 3 Tahun 6 Bulan Penjara - DINAMIKA KEPRI.COM

Thursday, 11 July 2019

Ibnu Hajar dan Sarie Dwiastuti Dugaan Penipuan Dituntut Jaksa 3 Tahun 6 Bulan Penjara

  Dibaca: 1 kali


Sidang terdakwa Ibnu Hajar dan Sarie Dwiastuti (baju merah) di PN Batam,  Rabu (10/7/2019).

Dinamika Kepri, Batam -  Dua terdakwa Ibnu Hajar dan Sarie Dwiastuti kasus dugaan penipuan terhadap perusahaan labuh tambat milik Herman Alexander Schultz selaku Direktur PT Baruna Bahari Indonesia (PT BBI) Batam dengan kerugian kurang lebih sebesar USD $ 258,662,08, dituntut jaksa masing-masing selama 3 tahun dan 6 bulan kurungan penjara, Rabu (10/7/2019).

Dalam tuntutannya, jaksa penuntut Rosmarlina Sembiring menyatakan terdakwa satu Ibnu hajar dan terdakwa dua Sarie Dwiastuti terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Telah melakukan atau turut serta melakukan yaitu dengan maksud untuk menguntungan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya, atau supaya memberi hutang maupun menghapuskan piutang “ sebagaimana diatur dan diancam pidana  melanggar Pasal 378 KUHP Jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP dalam  surat dakwaan.

Kepada majelis hakim yang diketuai hakim Yona Lamerossa Ketaren didampingi dua hakim itu,  dalam tuntutannya supaya menjatuhkan pidana terhadap para terdakwa dengan pidana penjara masing-masing selama 3 tahun dan 6 bulan dikurangi selama para terdakwa berada dalam tahanan dengan perintah agar tetap ditahan.

Terhadap tuntutan itu, kepada majelis hakim, Penasehat Hukum (PH) para terdakwa menyatakan akan melkukan pembelaan (pledoi).

Setelah mendengar permintaan dari PH terdakawa, majelis hakim lalu menunda sidang dan akan dilakukan kembali pada tanggal 11 Juli 2019 dengan agenda mendengarkan pembelaan dari PH kedua terdakwa.

Berawalnya, sebelumnya saksi Herman Alexander Schultz selaku Direktur PT Baruna Bahari Indonesia (PT BBI) Batam usaha yang bergerak dalam bidang jasa penambatan kapal dan jasa pelayanan kepelabuhan laut di Batam, pada tahun 2010 melakukan kerja sama dengan Ibnu Hajar selaku Kepala Cabang PT Tri Sakti Lautan Mas Batam selaku perusahaan yang bergerak dalam bidang pelayaran dan agency kapal.

Kerja sama itu ialah kerja sama jasa penambatan kapal dan jasa pelayanan kepelabuhan laut Batam.  Sedangkan sistem kerja samanya ialah setiap PT Baruna Bahari Indonesia mendapatkan pekerjaan dari pemilik kapal asing atau owner dari luar negeri, maka PT Tri Sakti Lautan Mas Cabang Batam yang bertugas mengurusi semua dokumen izin labuh tambat kapal ke Imigrasi, Syahbandar, Bea dan Cukai, Karantina maupun ke BP Batam.

Dalam kerja sama itu, hak dan kewajiban Herman kepada Ibnu Hajar ialah berkewajiban membayarkan semua kegiatan yang dilakukan PT Tri Sakti Lautan Mas Cabang Batam berdasarkan invoice atau tagihan yang diajukannya sesuai dengan bukti pendukungnya.

PT Baruna Bahari Indonesia berkewajiban membayarkan komisi agen, biaya transportsasi dan komunikasi sesuai yang telah disepakati kedua belah pihak.

Untuk PT Tri Sakti Lautan Mas Cabang Batam sendiri berkewajiban melakukan pengurusan terhadap izin-izin dan pembayaran terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) terhadap instansi-instansi terkait seperti BP Batam, Imigari, Syahbandar, Bea dan Cukai, Karantina dan yang lainnya serta mengajukan invoice atau tagihan dan melaporkan semua bukti yang sah dari hasil pekerjaannya ke PT Baruna Bahari Indonesia.(Ag)

Apa reaksi anda tentang artikel ini?

Loading...