Simpan Ganja, Thinesh Kumar Nayar Disidangkan, Hakim: Siapa Mamujo itu? - DINAMIKA KEPRI.COM

Wednesday, 10 July 2019

Simpan Ganja, Thinesh Kumar Nayar Disidangkan, Hakim: Siapa Mamujo itu?

  Dibaca: 1 kali


Terdakwa Thinesh  Kumar Nayar (baju merah).

Dinamika Kepri, Batam –  Kedapatan menyimpan daun kering ganja, Thinesh  Kumar Nayar (TKN) pengendali kapal Global 60, disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Batam, selasa (9/7/2019).

Terdakwa TKN warga Malaysia itu disidangkan karena kedapatan membawa ganja kering sebanyak  12 gram.  Ganja kering itu ditemukan Polisi dari kamar terdakwa tersimpan di dalam tas.

Keberadaan ganja itu diketahui polisi setelah menerima informasi dari petugas Kanwil DJBC-Kepri, Mamujo yang mana sebelum telah mengamankan terdakwa dan para ABK kapal untuk diintrogasi karena memasuki perairan indonesia tampa izin.

Namun saat proses introgasi, kepada Mamujo  terdakwa TKN mengaku kalau dirinya ada menyimpan ganja di tas miliknya di dalam kamarnya dengan berharap  supaya Mamujo bisa mengontak seseorang di kapal agar segera membuang ganja itu, demikian keterangan saksi Mora Agung dan saksi Putu Murtika Yasa dari Mabes polri yang menemukan ganja itu kepada majelis hakim yang diketuai hakim Marta itu.

"Penemuan ganja itu berkat informasi dari Mamujo. Informasi disampaikan ke saya di mana setelah kami tim gabungan Mabes Polri dan Kanwil berhasil mengamankan kapal Global 60 dan dan kru kapal serta menarik kapal ke dermaga PT.Bintang 99 Batuampar," kata saksi.

Kata saksi lagi, setelah temuan dua bungkus ganja kering itu, untuk proses lebih lanjut, tim gabungan lalu melimpahkan perkara itu ke Polreta Barelang.

Terhadap keterangan saksi tersebut, saat ditanya hakim kepada terdakwa apakah keterangan saksi itu benar atau ada yang salah, jawab terdakwaada yang  tidak benar.

“ Tidak benar, ganja bukan milik saya. Ganja itu saya temukan  lalu saya menyimpannya,” kata terdakwa kepada melalui penerjemahnya.

Dalam perkara ini terdakwa didakwa jaksa penuntut Rumondang Manurung dengan ancaman pidana dalam Pasal 111 ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Sebelum menunda sidang ke agenda berikutnya pada hari Kamis 18 Juli 2019, majelis hakim juga mengingatkan saksi dari Polresta Barelang agar di lain waktu supaya setiap para pelaku kasus Narkotika semuanya di tes urine, pasalnya dalam perkara ini, terdakwa TKN tidak dilakukan tes urine dan itu diakui oleh saksi polisi dari Polresta Barelang.

“ Di mana-mana pelaku kasus Narkotika itu di tes urine, cuma di Batam ini yang tidak di tes urine. Tolong ya pak polisi, mohon  disampaikan kepada atasan supaya setiap pelaku Narkotika di tes urine,” kata hakim Marta meminta.

Tak hanya itu, hakim juga mempertanyakan tentang soal Mamujo yang bisa disuruh terdakwa. “ Siapa Mamujo itu? Apa hubungannya dengan terdakwa,  kenapa terdakwa bisa menyuruhnya?,” kata hakim Marta penasaran. (Ag)

Apa reaksi anda tentang artikel ini?

Loading...