Pertanyakan Retribusi Gelper, Uba Ingan: Ada 39 Lokasi Tapi Hanya 10 yang Bayar pajak - DINAMIKA KEPRI.COM

Wednesday, 3 July 2019

Pertanyakan Retribusi Gelper, Uba Ingan: Ada 39 Lokasi Tapi Hanya 10 yang Bayar pajak

  4 kali


Anggota DPRD Kota Batam, Uba Ingan Sagilingging.

Dinamika Kepri, Batam - Mengetahui minimnya pendapatan pajak atau reteribusi dari kegiatan Gelanggang Permainan (Gelper) di Batam, Komisi II DPRD Kota Batam, Selasa (27/2019) melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan mengundang Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Batam, Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Batam serta dihadiri para pengusaha Gelper.

Dalam RDP itu tersebutkan bahwa dari sekitar 39 lokasi arena Gelper tersebar di Kota Batam, ternyata tidak semuanya taat pajak, meski pun ada hanya ada 10 lokasi saja yang mau membayar pajak usahanya, sehingga hal itu menjadi tanda tanya bagi anggota DPRD.

"Ternyata dari aktifitas Gelper, yang bayar pajak hanya 10 lokasi saja. Terus yang 29 lagi kemana, apakah mereka memang tidak membayar pajak ataukah ada kongkalikong," ucap Uba Ingan Sigalingging penasaran saat ditemui awak media usai RDP.

Dikatakannya, dalam konteks itu dapat ditegaskan bagaimana fungsi pengawasan itu sangatlah penting, apalagi dengan adanya kecolongan 29 wajib pajak yang tidak membayar pajak, maka ditegaskannya pengawasan itu tidak berjalan dengan baik.

"Karena tadi dari pengawas PTSP mengatakan bahwa bola pingpong itu adalah ketangkasan bola, dan itu tidak termasuk dalam domain wilayah pengawasan mereka, saya katakan dia harusnya tahu sebagai seorang PNS pengawas penyidik bahwa diverted kita itu jelas No.3 Tahun 2003 dibunyikan ada bola ketangkasan. Kalau dia tidak tahu ada peraturan daerah yang menyatakan itu, bagaimana dia mengawasi dan dia membiarkan itu,  jadinya pembiaraan,"ujar Uba.

Menurut Uba, seharusnya gelper itu menjadi salah satu bagian dari potensi pajak hiburan ketangkasan untuk Kota Batam.

"Kita sama-sama dengar bahwa ada hal lainnya lagi, berarti mereka memang tidak berizin, itu berdasarkan bagaimana mereka bisa beroperasi sampai seperti itu,"katanya lagi.

Fakta dilapangan saat ini, ada 39 lokasi Gelper yang beroperasi di penjuru Kota Batam, akan tetapi pada RDP ini terkuak bahwa dari 39 itu, hanya ada 10 lokasi Gelper yang taat pajak.

"Nanti kita akan cek ke lapangan, setelah itu kita undang lagi untuk RDP,  RDP berikutnya akan kita bahas jurusan apa saja dan siapa saja yang tidak membayar pajak,"tutup Uba. (Ril)

Apa reaksi anda tentang artikel ini?