Pekerja dan Pemain Judi Gelper Ruli Kampung Aceh Dituntut 1 Tahun Penjara - DINAMIKAKEPRI.COM

Pekerja dan Pemain Judi Gelper Ruli Kampung Aceh Dituntut 1 Tahun Penjara

 

Sidang 6 terdakwa Judi Gelper Kampung Aceh, di PN Batam, Selasa (16/7/2019).

Dinamika Kepri, Batam - Lima terdakwa, Suhaini Fatimah, Arfah Trisnawati, Dewi, Fitri Rahmadani dan Agustian pekerja (wasit=red) Gelanggang Permainan (Gelper) judi ketangkasan elektronik di Ruli Kampung Aceh, Mukakuning, Batam, Kepri, dan satu orang pemainnya bernama Musliadi, dituntut jaksa 1 tahun penjara, Selasa (16/7/2019) sore.

Dalam tuntutannya, kepada majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam yang mengadili perkara ini diketaui hakim Jasael Manullang didampingi dua hakim anggota, Efrida Yanti dan Chandra, Jaksa penuntut Immanuel Karya So menggantikan jaksa Muhammad Rizki Harahap, menyatakan bahwa para terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 303 ayat(1) ke-1 KUHP.

Terhadap tuntutan itu, kepada majelis hakim, satu persatu para terdakwa meminta supaya mereka diberikan keringanan hukuman dengan alasan bahwa mereka adalah tulang punggung keluarga.

Menanggapi permintaan para terdakwa itu, kepada majelis jaksa penuntut menyatakan, tetap pada tuntutannya.

Usai mendengar jawaban dari jaksa penuntut, majelis hakim lalu menunda sidang, dan akan menggelar kembali pada tanggal 23 Juli 2019 mendatang, dengan agenda putusan.

Sebelumnya ke-6 terdakwa tersebut diamankan polisi dari Polresta Barelang pada Senin tanggal 18 Maret 2019 sekira pukul 05.30 Wib di lokasi Gelper di Ruli Kampung Aceh Kelurahan Muka Kuning Kecamatan Sei Beduk, Batam.

Mereka diamankan polisi di mana setelah menerima adanya informasi dari masyarakat mengenai permainan judi jenis Gelper yang sudah meresahkan masyarakat di sekitar Ruli tersebut.

Untuk perannya, 4 terdakwa wanita, Suhaini Fatimah, Arfah Trisnawati, Dewi, Fitri Rahmadani di Gelper itu berperan sebagai wasit permainan, begitu juga dengan Agustian. Sedangkan Musliadi berperan sebagai pemain yang saat itu tengah menang.

Saat dilakukan penangkapan, dari Musliadi ditemukan barang bukti berupa uang Rp.600 ribu. Tak hanya itu, dari lokasi Gelper, selain mengamankan 6 orang, polisi juga mengamankan barang bukti berupa 1 buah kunci mesin Gelper, 10 unit PC mesin Gelper, 1 buah brangkas merek Krisbow tempat penyimpanan uang modal permainan Gelper dengan uang tunai dari brangkas sejumlah Rp.9.092.000, 11 lembar catatan laporan kerja karyawan Gelper pada setiap jam kerja dan 30 lembar aturan dari manajemen Gelper.

Sedangkan 3 orang wasit lain yang bernama Tika, Edi dan Rahmad dari Gelper itu, kini telah ditetapkan menjadi DPO oleh polisi. Ketiganya diduga berhasil kabur melarikan diri saat polisi melakukan penggerebekan. (Ag)




Scroll to top