Lima Kawanan Pembobol ATM BNI Pakai Remot di Batam Divonis 1 Tahun 4 Bulan - DINAMIKAKEPRI.COM

Lima Kawanan Pembobol ATM BNI Pakai Remot di Batam Divonis 1 Tahun 4 Bulan

 

Suasana sidang putusan kelima terdakwa pembobol Bank ATM BNI, di PN Batam, Selasa (16/7/2019) sore. 

Dinamika Kepri, Batam -  Lima terdakwa, Marya Ulfa, Afriyani, Parlin, Melki Seotian dan Ilham yang merupakan kwawanan pembobol uang dari mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) BNI dengan cara menggunakan remot kontrol, masing-masing divonis 1 tahun 4 bulan oleh hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam, Selasa (16/7/2019).

Dalam amar putusannya, majelis hakim yang diketuai hakim Jasael Maullang didampigi dua hakim anggota, Erida Yanti dan Chandra menyatakan, bahwa kelima terdakwa terbukti bersalah melanggar  tindak pidana “Pencurian dengan Pemberatan” Sebagaimana yang didakwakan Jaksa penunut kepada para terdakwa yaitu melanggar Pasal 363 ayat (1) ke -4 KUHPidana.

Terhadap putusan itu, kepada majelis hakim para terdakwa menyatakan menerima vonis yang dijatuhkan. Sama halnya dengan jaksa penuntut Immanuel Karya mengantikan jaksa Muhammad Rizki Harahap.

Baca juga: Gunakan Remot Kontrol, Komplotan ini Berhasil Bobol ATM BNI Hingga Rp 199,65 Juta  

Vonis yang dijatuhkan majelis hakim terhadap para terdakwa 1 tahun 4 bulan yakni lebih ringan 2 bulan dari tuntutan jaksa sebelumnya yang dituntut 1 tahun 6 bulan penjara.

Terkait barang bukti berupa dua unit mobil rental merek Daihatsu Xenia / F651 RV – GQDFJ (4X2) A/T  Tahun 2013 BP 1721 FP Nomor Rangka : MHKV1BB2JDK007437 Nomor Mesin : MB96581 warna putih dan mobil merek Toyota Calya 1.2 G A/T Tahun 2018 BP 1845 AR Nomor Rangka : MHKA6GK6JJJ047301 Nomor Mesin : 3NRH341425 warna merah yang digunakan para kawanan ini melakukan aksinya, diperintah hakim agar dikembalikan kepada pemiliknya Sunawan dan Anton Fitranto.

Selain itu, barang bukti berupa kartu ATM BRI milik terdakwa Marya Ulfa, ATM buku rekening mandiri BCA atas nama Jimmi Situmorang, ATM buku rekening BRI milik Afri Yani, ATM BNI dan buku rekening milik Julia Fitri Ratna Sari dikembalikan kepada pemiliknya masing-masing.

Sebelumnya kawanan ini diamankan polisi pada bulan Maret 2019 yang lalu di mana setelah kasus pembobolan mesin ATM itu diketahui pihak bank BNI Cabang Batam pada hari Rabu tanggal 20 Maret 2019 yang lalu.

Baca juga: Ibnu Hajar dan Sarie Dwiastuti Dugaan Penipuan Dituntut Jaksa 3 Tahun 6 Bulan Penjara 

Hal itu diketahui setelah dua karyawan Bank BNI Batam yang melakukan pengisian uang di mesin ATM BNI Pasar Botania 2 Batam, melakukan pencocokan pencatatan mesin ATM dengan uang tunai yang masih berada di dalam kaset.

Saat dilakukan pencocokan, ternyata hasilnya tidak singkron, dan ditemukan selisih kurang dari pencocokan sejumlah Rp.131.800.000.

Dari temuan itu, lalu rekaman CCTV yang ada di ATM itu pun diputar ulang, dan berujungnya berhasil menemukan wajah-wajah sipembuat jumlah selisih uang di mesin ATM tersebut. Akibat ulah para Kawanan ini, pihak Cabang BNI Batam saat bersaksi mengalami kerugian Rp 199,650.000.

Dalam kasus ini, bukan hanya 5 orang saja, namun masih ada dua orang pelaku lainnya yakni yang bernama Salamun dan Yolan, dan kini masih Dalam Pencarian Orang (DPO) oleh polisi. (Ag)




Scroll to top