Ibnu Hajar dan Sarie Dwiastuti Divonis 3 Tahun Penjara - DINAMIKA KEPRI.COM

Tuesday, 30 July 2019

Ibnu Hajar dan Sarie Dwiastuti Divonis 3 Tahun Penjara

  Dibaca: 1 kali


Ibnu Hajar. 
Dinamika Kepri, Batam - Dua terdakwa, Ibnu Hajar dan Sarie Dwiastuti divonis 3 tahun penjara, oleh hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam, Selasa (30/7).

Dalam amar putusannya, majelis hakim yang diketuai hakim Yona Lamerossa Ketaren menyatakan, kedua terdakwa terbukti secara bersalah melanggar pasal 372 tentang penggelapan.

Sarie Dwiastuti. 
Terhadap putusan, kepada majelis hakim,  Ibnu Hajar, direktur  Kepala Cabang PT Tri Sakti Lautan Mas menyatakan banding,  sedangkan Sarie Dwiastuti  admin Tri Sakti Lautan Mas, menyatakan pikir-pikir.

Vonis yang dijatuhkan hakim terhadap keduanya yakni lebih ringan 6 bulan dari tuntutan jaksa yang sebelumnya menuntut 3 tahun dan 6 bulan kurungan penjara.

Berawalnya, sebelumnya saksi korban Herman Alexander Schultz selaku Direktur PT Baruna Bahari Indonesia (PT BBI) Batam usaha yang bergerak dalam bidang jasa penambatan kapal dan jasa pelayanan kepelabuhan laut di Batam, pada tahun 2010 melakukan kerja sama dengan Ibnu Hajar selaku Kepala Cabang PT Tri Sakti Lautan Mas Batam selaku perusahaan yang bergerak dalam bidang pelayaran dan agency kapal.

Kerja sama itu ialah kerja sama jasa penambatan kapal dan jasa pelayanan kepelabuhan laut Batam.  Sedangkan sistem kerja samanya ialah setiap PT Baruna Bahari Indonesia mendapatkan pekerjaan dari pemilik kapal asing atau owner dari luar negeri, maka PT Tri Sakti Lautan Mas Cabang Batam yang bertugas mengurusi semua dokumen izin labuh tambat kapal ke Imigrasi, Syahbandar, Bea dan Cukai, Karantina maupun ke BP Batam.

Dalam kerja sama itu, hak dan kewajiban Herman kepada Ibnu Hajar ialah berkewajiban membayarkan semua kegiatan yang dilakukan PT Tri Sakti Lautan Mas Cabang Batam berdasarkan invoice atau tagihan yang diajukannya sesuai dengan bukti pendukungnya.

PT Baruna Bahari Indonesia berkewajiban membayarkan komisi agen, biaya transportsasi dan komunikasi sesuai yang telah disepakati kedua belah pihak.

Untuk PT Tri Sakti Lautan Mas Cabang Batam sendiri berkewajiban melakukan pengurusan terhadap izin-izin dan pembayaran terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) terhadap instansi-instansi terkait seperti BP Batam, Imigari, Syahbandar, Bea dan Cukai, Karantina dan yang lainnya serta mengajukan invoice atau tagihan dan melaporkan semua bukti yang sah dari hasil pekerjaannya ke PT Baruna Bahari Indonesia.

Akibat tindakan yang dilakukan oleh kedua terdakwa, Herman Alexander Schultz selaku korban mengalami kerugian kurang lebih sebesar USD $ 258,662,08. (Ag)


Apa reaksi anda tentang artikel ini?

Loading...