Galeri Foto: Sosialisasi untuk Percepat Legalitas Kampung Tua - DINAMIKAKEPRI.COM

Galeri Foto: Sosialisasi untuk Percepat Legalitas Kampung Tua

 

Walikota, Muhammad Rudi menberikan penjelasan terkait legalitas Kampung Tua
Menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum sosialisasi legalitas kampung tua dimulai.
Walikota Batam, Muhammad Rudi bersama Wakil  Walikota Batam, Amsakar Achmad menyalami tokoh masyarakat di Kampung Tua Kp Panau.
Walikota Batam, Muhammad Rudi memberikan pengarahan terkait pembangunan Batam kepada warga di Kampung Panau.
Walikota Batam, Muhammad Rudi tiba di Kampung Tua Kp Panau.
Walikota Muhammad Rudi mendengarkan sambutan tokoh masyarakat saat safari Maghrib di Masjid Annur Kp Panau.
Walikota, Muhammad Rudi foto bersama warga Kampung Tua Kp Panau.
Walikota, Muhammad Rudi mendengarkan penjelasan oerwakilan warga Kampung Tua Kp Panau.
Walikota, Muhammad Rudi menjelaskan syarat yang harus dipersiapkan warga Kampung Panau untuk mendapatkan legalitas lahan Kampung Tua.
Warga antusias mendengarkan penjelasan Walikota, Muhammad Rudi terkait legalitas lahan Kampung Tua.
Walikota, Muhammad Rudi, Wakil Walikota, Amsakar Achmad foto bersama warga Kampung Tua Kp Panau.

Dinamika Kepri, Batam - WalikotaBatam, Muhammad Rudi bersamaWakil Walikota Batam, Amsakar Achmad melakukan sosialisasi penyelesaian legalitas Kampung Tua di 37 titik Kampung Tua-Kampung Tua di Kota Batam, Senin (16/7)

Secara bergiliran Walikota mendatangi Kampung Tua tersebut dengan didampingi Asisten, Kepala OPD, camat dan lurah setempat.

Walikota menyampaikan tim verifikasi yang turun kelapangan, nantinya akan meminta tandatangan dari masyarakat, sebagai bukti telah dilakukan pengukuran luas lahan. Atas dasar ini pula, Walikota akan mengeluarkan SK, siapa saja yang diusulkan mendapat legalitaslahan.

Masyarakat diminta untuk segera melapor dengan tim verifikasi, jika ada kendala di lapangan. Sesuai perintah Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR), Sofyan Djalil, mereka yang diberikan legalitas hak milik hanyalah yang memiliki rumah di atas lahan Kampung tua. Sedangkan bagimasyarakat yang tinggal di tanah bukan hak miliknya, diminta untuk segera menyelesaikan dengan pemiliklahan.

Untuk masyarakat Kampung Tua yang tinggal di darat, akan diselesaikan persoalannya. Begitupun yang tinggal di laut. Namun masyarakat Kampung Tua yang tinggal di atas laut tidak menuntut hak yang sama. Karena terhadap mereka, tak akan diberikan hak milik, melainkan hak guna bangunan (HGB). (HP)




Scroll to top