Dituntut 1 Tahun, Pekerja Judi Gelper Kampung Aceh Divonis 8 Bulan - DINAMIKA KEPRI.COM

Tuesday, 23 July 2019

Dituntut 1 Tahun, Pekerja Judi Gelper Kampung Aceh Divonis 8 Bulan

  Dibaca: 1 kali


Sidang putusan 6 terdakwa Judi Gelper Kampung Aceh, di PN Batam, Rabu (24/7/2019).

Dinamika Kepri, Batam - Lima terdakwa, Suhaini Fatimah, Arfah Trisnawati, Dewi, Fitri Rahmadani dan Agustian pekerja (wasit=red) Gelanggang Permainan (Gelper) judi ketangkasan elektronik di Ruli Kampung Aceh, Mukakuning, Batam, Kepri, divonis 8 bulan penjara oleh hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam, Selasa (23/7), sedangkan satu orang lainnya yang bernama Musliadi (pemain=red) divonis 7 bulan penjara.

Oleh majelis hakim yang diketuai hakim Jasael Manullang, dalam amar putusan menyatakan bahwa para terdakwa terbukti bersalah sebagaimana dakwaan kesatu yakni bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 303 ayat(1) ke-1 KUHP.

Terhadap putusan itu, kepada hakim para terpidana menyatakan menerimanya, demikian juga jaksa penuntut.

Vonis yang dijatuhkan majelis hakim terhadap para terpidana tersebut yakni lebih ringan 4 dan 5 bulan yang mana sebelumnya, jaksa penuntut Immanuel Karya So menggantikan jaksa Muhammad Rizki Harahap menuntut pekerja Gelper dan pemain tersebut satu tahun penjara.

Terkait barang bukti berupa uang senilai Rp 9.692.000 yang disita dari dari brankas dan dari pemain, dinyatakan dirampas untuk negara, sedangkan barang bukti berupa 1 buah kunci mesin Gelper, 10 unit PC mesin Gelper, 1 buah brangkas merek Krisbow tempat penyimpanan uang modal permainan Gelper, 11 lembar catatan laporan kerja karyawan Gelper pada setiap jam kerja dan 30 lembar aturan dari manajemen Gelper, dinyatakan untuk dimusnahkan.

Pantuan awak media ini, dari sekian banyaknya kasus judi Gelper yang disidangkan di PN Batam, tak pernah sekalipun bos Gelper ikut disidangkan, hanya pekerja yang ditumbalkan masuk penjara, sementara si bos bebas bekerliaran menikmati hasil judi Gelpernya.

Pada prakteknya, Gelper yang ada di seluruh Batam modusnya sama, bedanya cuma di izin (izin permainan anak=red). Ada yang berizin ada yang tidak, namun, kendati pun tak berizin, si bos Gelper tetap nekad, sehingga membuat si pekerja yang masuk bui. (Ag)

Apa reaksi anda tentang artikel ini?

Loading...