Berkas PK Muhammad Yunus ke MA Ditandatangani Jaksa - DINAMIKA KEPRI.COM

Monday, 22 July 2019

Berkas PK Muhammad Yunus ke MA Ditandatangani Jaksa

  Dibaca: 1 kali


Suasana sidang penandatanganan berkas PK Muhammad Yunus Nad, di PN Batam,  Rabu (22/7).

Dinamika Kepri,  Batam - Sidang pemeriksaan berkas permohonan Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan terpidana Pemilu, Muhammad Yunus ke Mahkamah Agung (MA) lewat Pengadilan Negeri (PN) Batam hari ini, Senin (22/7/2019) dilanjutkan kembali dan telah selesai dilakukan.

Sidang yang ketuai hakim Renni Pitua Ambarita ini dinyatakan selesai setelah jaksa (termohon=red) dan M Yunus (pemohon=red) menandatangani berita acara pengiriman berkas ke MA di persidangan.

"Tadi kita (pemohon dan termohon) hanya menandatangani berita acara pengiriman berkas aja. Soal permohonan dan tanggapan atas PK itu sudah diajukan pada sidang sebelumnya," kata jaksa Karya So Immanuel Grot, kepada media saat ditemui di PN Batam.

Disinggung mengenai tanggapan jaksa yang diajukan atas permohonan PK terpidana Pemilu, jaksa Karya So Immanuel Grot menyarankan untuk melakukan kofirmasi langsung ke pimpinannya dalam hal ini Kasi Pidana Umum (Kasipidum).

"Saya takut salah ngomong, langsung ke pimpinan saja. Intinya tanggapan kami sesuai UU Pemilu dan aturan lain seperti Perma yang membatasi mengenai kasasi dan upaya hukum lain dalam kasus Pidana Pemilu," terangnya.

Sebelumnya, terpidana sengketa Pemilu, Muhammad Yunud Caleg DPRD Batam III Kota Batam divonis bebas di Pengadilan Negeri Batam.

Tak terima divonis bebas, jaksa Samsul Sitinjak melakulan upaya banding. Dari hasil banding tersebut, oleh Pengadilan Tinggi (PT)  Pekanbaru, Muhammad Yunus Nad dinyatakan terbukti bersalah dan meyakinkan melanggar pasal 523 ayat (2) jo pasal 278 ayat (2) Undang-Undang nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu dengan vonis hukuman pidana penjara selama 3 bulan masa percobaan selama 6 bulan dan pidana denda sebesar Rp.10 juta subsidair 1 bulan kurungan penjara.

Untuk Dapilnya, Muhammad Yunus Nad dari Partai Gerindra tersebut adalah peraih suara tertinggi dari Caleg lainnya.

Muhammad Yunus sendiri sebelumnya diperkarakan karena diduga telah melakukan pelanggaran Pemilu dengan melakukan money politik. (Ag)

Apa reaksi anda tentang artikel ini?

Loading...