Ahmadi Setiawan Penyalur TKI ilegal ke Malaysia Divonis 1 Tahun 2 Bulan Penjara - DINAMIKA KEPRI.COM

Wednesday, 10 July 2019

Ahmadi Setiawan Penyalur TKI ilegal ke Malaysia Divonis 1 Tahun 2 Bulan Penjara

  4 kali


Foto ilustrasi palu hakim (Ist).

Dinamika Kepri, Batam - Dinyatakan terbukti bersalah, Ahmadi Setiawan penyalur TKI ilegal dari Batam ke Malaysia, akhirnya divonis 1 tahun dan denda Rp 3 juta subsidair 2 bulan kurungan penjara, oleh hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam, Selasa (9/7).

Dalam amar putusan yang dibacakan oleh majelis hakim diketuai hakim Marta Napitupulu didampaingi dua hakim anggota, Renni Pitua Ambarita dan Egi Novita, menyatakan bahwa terdakwa Ahmadi Setiawan alias Madi telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana turut serta melakukan perbuatan melaksanakan penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dengan melanggar pasal 69 undang – undang Republik Indonesia nomor 18 tahun 2017 sebagaimana diatur dan diancam dalam dakwaan kesatu pasal 81 undang-undang nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Hukuman yang dijatuhkan hakim terdakwa Ahmadi Setiawantersebut yakni lebih ringan 4 bulan dan denda dikurangi Rp 2 juta dari tuntutan jaksa penuntut Rumondang Manurung sebelumnya yang menuntut 1 tahun 6 bulan penjara denda Rp 5 juta.

Sebelumnya Ahmadi diamankan polisi pada bulan Februari tahun 2019 Tim Subdit IV Kepolisian dari Polda Kepri.

Berawal kasus ini, pada hari hari Sabtu tanggal 02 Februari 2019 yang lalu Ahmadi dihubungi oleh  Fauzi (DPO) yang tinggal di Madura.

Fauzi menyampaikan bahwa ada 4 orang 2 laki-laki dan 2 perempaun yang mau berangkat ke Malaysia. Fauzi meminta  agar Ahmadi bisa mengurus keberankatan ke 4 orang itu dari Batam dan Ahmadi mengiyakannya dengan upah Rp 3,6 juta.

Ke 4 orang tersebut yang diberangkatkan ke Malaysia itu tanpa dilengkapi dokumen  sertifikasi kompetensi, Keterangan Kesehatan dan dokumen yang dipersyaratkan lainnya.

Kemudian, setelah diberangkatkan ke Malaysia dengan menggunakan kapal Alya Express, ternyata 2  orang perempuan yang bernama Naja Rahmawari dan Riwati ditolak masuk di Malaysia sehingga keduanya dikembalikan ke Batam.

Untuk menunggu keberangkatan berikutnya, kedua perempuan itu lalu di Ahmadi kerumahnya karena penampungan di Ruko Prima Sejati Blok A No. 11 Kelurahan Baloi Permai Kecamatan Batam Kota, sedang penuh orang.

Untuk keberangkatan kedua kalinya, pada hari Rabu tanggal 06 Februari 2019, kedua korban dibawa kembali ke Pelabuhan Ferry Internasional Batam Center. Sebelum diberangkatkan, melalui Darmawandi Hidayat alias Alex (berkas terpisah), kedua korban kembali membeli tiket kapal plus boarding pas sebesar Rp 230 ribu.

Setelah itu keduanya lalu diberangkatkan ke Tanjung Pengelih Malaysia dengan menggunakan Kapal Alya Express 1. Atas jasanya, Alex lalu menerima upah sebesar Rp 1,4 juta.

Setelah itu pada tanggal 06 Pebruari 2019 Alex pun diamankan oleh Tim Subdit IV Kepolisian Polda Kepri. (Ag)

Apa reaksi anda tentang artikel ini?