Yunus Nad Caleg Gerindra Dapil III Batam Dituntut Jaksa 3 Bulan Penjara - DINAMIKA KEPRI.COM

Saturday, 1 June 2019

Yunus Nad Caleg Gerindra Dapil III Batam Dituntut Jaksa 3 Bulan Penjara

  Dibaca: 1 kali


Terdakwa Muhammad Yunus Nad (kiri)  berbincang dengan ketiga penasehat hukumnya di PN Batam.

Dinamika Kepri, Batam - Terdakwa Muhammad Yunus Nad Caleg DPRD Batam dari Daerah Pemilihan (Dapil) III Batam Partai Gerindra sidang perkara dugaan money politik di Pemilu 2019, dituntut jaksa 3 bulan penjara dengan masa percobaan 6 bulan dan denda Rp 10 juta, subsider 1 bulan kurungan.

Tuntutan tersebut dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rumondang Manurung, saat sidang terdakwa di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Jumat (31/5/2019).

"Terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 523 ayat (2) jo pasal 278 ayat (2) Undang-Undang nomor 7 tahun 2017 tentang pemilihan umum," baca JPU Rumondang.

Menanggapi tuntutan itu, terdakwa Muhammad Yunus melalui penasehat hukumnya, Juhrin Pasaribu lalu mengajukan pembelaan (Pledoi).

Dalam pledoinya, Juhrin Pasaribu didampingi Nofiar mengajukan 4 poin Pledoi diantaranya meminta agar terdakwa dibebaskan dari segala dakwaan

"Membebaskan terdakwa dari segala dakwaan dan JPU, menerima dan mengabulkan eksepsi serta nota keberatan dari penasehat hukum terdakwa, menyatakan oleh karena itu dakwaan dan tuntutan dari JPU tidak dapat diterima dan membebankan biaya perkara kepada negara," kata Juhrin.

Selain itu, Juhrin juga meminta majelis hakim dapat memberikan putusan seadil-adilnya.

Menanggapi pledoi terdakwa, kepada majelis hakim yang diketuai hakim Jasael Manulang, JPU mengatakan akan menanggapi pledoi tersebut dipersidangan berikutnya yakni pada hari Senin 10 Juni 2019 mendatang.

Sebagaimana diketahui, perkara ini sebelumnya pada hari Selasa (16/05/2019) yang lalu sekira pukul 13.00 Wib, saksi Hubertus Laka Demu yang sudah mengenal terdakwa Muhammad Yunus datang bersama saksi Binsar Silalahi ke kediaman terdakwa di Komplek Puri Agung 3 Blok B3 No. 01 Rt. 02 Rw. 23 Sei Beduk, Batam.

Tujuan kedatangannya saksi itu untuk mengenalkan saksi Binsar dengan terdakwa. Lalu terdakwa meminta bantuan saksi untuk mencarikan suara dari warga agar memilihnya pada saat pemilu tanggal 17 April 2019 dengan memberikan uang sebesar Rp 100 ribu perorangnya.

Kemudian kepada saksi, terdakwa memberikan uang sebesar Rp 2,3 juta dan contoh surat suara sebanyak 23 lembar, kalender sebanyak 23 lembar, stiker bergambar Caleg Muhammad Yunus dan kaos warna putih bergambar Partai Gerindra dengan tulisan nama terdakwa.

Selain itu, terdakwa juga menjanjikan, apabila terpilih dan duduk sebagai anggota Dewan, terdakwa akan memberikan uang kepada saksi Binsar, namun nominalnya tidak disebutkan terdakwa.

Selanjutnya pada hari selasa tanggal 16 April tahun 2019 sekira pukul 19.30 Wib, saksi Binsar langsung membagikan uang sebesar Rp 300 ribu, 1 lembar contoh surat suara, 1 lembar stiker kepada saksi Ance Sianipar di rumahnya di Kavling Bukit Ayu Widuri Blok A4 nomor 11 Tanjung Piayu Kota Batam dengan mengatakan agar memilih Caleg Muhammad Yunus dengan nomor urut 7 Dapil 3 dari Partai Gerindra.

Selanjutnya sekira pukul 20:00 Wib, saksi Binsar pergi ke depan warung kopi Perumahan Bukit Ayu Lestari Kelurahan Mangsang dan memberikan uang sebesar Rp 200 ribu, 1 lembar contoh surat suara, 1 lembar stiker dan kalender bergambar terdakwa kepada saksi Ronal David Simamora dan memberitahukan agar memilih terdakwa dengan nomor urut 7 Dapil 3 dari Partai Gerindra.

Adapun barang bukti dalam perkara ini yaitu 18 lembar stiker caleg atas nama Muhammad Yunus, 3  lembar contoh surat suara di nomor 7 Partai Gerindra terdapat nama Muhammad Yunus, 1 lembar kalender yang tertera foto dan nama Muhammad Yunus, 1 helai kaos lengan panjang berwarna putih bertuliskan nama Muhammad Yunus berlogo partai Gerindra dan uang sejumlah Rp.600 ribu. (Ril)

Apa reaksi anda tentang artikel ini?

Loading...