Irianto Mafia Kosmetik ilegal di Batam Divonis Hakim 1 Bulan Penjara - DINAMIKA KEPRI.COM

Wednesday, 12 June 2019

Irianto Mafia Kosmetik ilegal di Batam Divonis Hakim 1 Bulan Penjara

  4 kali


Terdakwa Irianto.

Dinamika Kepri, Batam - Dinyatakan terbukti bersalah oleh hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam, terdakwa Irianto pengedar berbagai merek tanpa edar dari BPOM, akhirnya dipidana penjara 1 bulan dan pidana denda sebesar Rp 5 juta subsidair 2 bulan kurungan penjara, Selasa (11/6/2019).

Dalam amar putusannya, majelis hakim diketuai hakim Marta Napitupulu didampingi dua hakim anggota, Renni Pitua Ambarita dan Egi Novita, menyatakan terdakwa Irianto terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Kesehatan” sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 197 undang-undang No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan yaitu dengan sengana mengendarkan sediaan farmasi (kosmetik dan Obat Tradisional) yang tidak memiliki izin edar.

Selain itu, hakim juga memerintahkan agar barang bukti buatan PT. Best Quality Tanjung berupa Body Wash 1 liter sebanyak 28 Botol , Body Wash 250 ml 61 Botol, Shampoo 2 in 1 Honey 41 Botol, Shampoo 2 in 1 sebanyak 40 Botol, BQ Honey Coffee Supplement 56 Botol Obat Tradisional, BQ Virgin Coconut Oil Supplement 29 Botol Obat Tradisional dan Natural Honey Ten Edition Supplement334 Botol Obat Tradisional, dirampas untuk dimusnahkan.

Baca jugaDinyatakan Bersalah, Irianto Mafia Kosmetik ilegal di Batam Dituntut Jaksa 1 Bulan Penjara 

Vonis yang dijatuhkan hakim terhadap terdakwa yakni sesuai dengan tuntutan jaksa penuntut Rosmarlina Sembiring yang sebelumnya menuntut terdakwa Irianto pidana penjara selama 1 bulan dikurangkan selama terdakwa berada dalam masa tahanan rumah dan denda sebesar Rp 5 juta subsidair 2 bulan kurungan.

Sebelumnya, pada hari Selasa tanggal 16 Oktober 2018 sekira pukul 14.00 Wib, petugas BPOM di Batam, Maya dan Noviandi Pratam, dengan surat tugas, datang menyambangi toko Yummi House (PT. Best Quality Tanjung) milik terdakwa di Komp. Orchid Business Centre Blok B1 No. 1-2 Kel. Sei Panas, Batam.

Setelah dilakukan pemeriksaan di toko yang menjual obat-obat kesehatan itu, petugas BPOM menemukan produk kosmetik dan obat tradisional yang tidak memiliki izin edar dan dokumen terkait lainnya.

Baca jugaLanggar UU Kesehatan, Terdakwa Eddy Divonis 10 Bulan Penjara

Dalam dakwaan, sebelumnya terdakwa dijerat jaksa penuntut pasal 197 udang-undang  No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan.

Dari pasal yang dijeratkan terhadap terdakwa yakni terancam pidana paling lama 15 tahun penjara dan denda Rp 1,5 miliar, namun di dalam perkara 299/Pid.Sus/2019/PN Btm ini, terdakwa yang terbukti memproduksi obat kosmetik dan tidak memiliki izin edar dari BPOM-RI tersebut, hanya dituntut 1 bulan penjara denda Rp 5 juta subsidair 2 bulan kurungan.

Meski obat-obatan kosmestik itu diproduksi PT. Best Quality Tanjung perusahaan milik terdakwa sendiri, namun dalam perkara ini terdakwa hanya dikenakan pasal  tampa izin edar saja. (Ag)

Apa reaksi anda tentang artikel ini?