Gubernur Minta Pembangunan Jalan Underpass Pelita Batam Dipercepat - DINAMIKA KEPRI

Tuesday, 11 June 2019

Gubernur Minta Pembangunan Jalan Underpass Pelita Batam Dipercepat

  4 kali


Gubernur Kepri, H Nurdin Basirun  saat memimpin rapat, di Ruang Rupatama, Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Tanjungpinang, Senin (10/6/2019).

Dinamika Kepri, Tanjungpinang - Gubernur Kepri, H Nurdin Basirun menegaskan sejumlah kegiatan yang sudah selesai proses lelangnya segera dikerjakan. Apalagi kini sudah pertengahan tahun, kegiatan-kegiatan itu harus dapat dilihat dan dirasakan masyarakat.

“Jangan sampai terlihat kita seperti tak melakukan sesuatu. Jalan di Batam, tolong dipercepat. Jangan seperti tak ada. Ini hasil karya untuk kepentingan masyarakat,” kata Nurdin saat memimpin rapat, di Ruang Rupatama, Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Tanjungpinang, Senin (10/6).

Jalan yang menjadi sorotan Nurdin salah satunya yang menghubungkan antara kawasan underpass Pelita hingga Simpang Frenki, Batam Center. Masing-masing jalur akan ada lima jalur. Tahun depan, 2020, Nurdin menegaskan jalan ini harus sudah selesai. Demikian juga dengan kegiatan pembangunan lainnya.

Nurdin, usai menunaikan Safari Subuh di Masjid Asshobirin Jalan Cempedak Tanjungpinang, juga memimpin Apel perdana usai libur Idul Fitri. Setelah apel dan bersilaturahmi dengan para pegawai, Nurdin berbagi tugas dengan Wakil Gubernur H Isdianto. Nurdin memimpin rapat, Isdianto diminta melakukan sidak ke kantor-kantor OPD.

Nurdin melihat, secara komulatif, proses lelang sejumlah kegiatan kalah cepat dibanding tahun lalu. Karena itu, dia minta koordinasi dan komunikasi untuk masalah ini dipercepat.

“Ada dusta apa sehingga banyak yang menjadi lambat. Tangan saya dah gatal-gatal nak tanda tangan sesuatu,” kata Nurdin.

Karena itu, Nurdin menekankan agar seluruh jajaran OPD untuk terus mempercepat tugas dan tanggungjawab yang diemban oleh masing-masing. Terlebih waktu telah masuk pertengahan tahun, hasil nyata di lapangan harus semakin nyata.

“Jangan sampai keluhan masyarakat menjadi berlarut-larut, ini tugas kita untuk menjawab setiap kebutuhan masyarakat dengan aksi nyata,” tegas Nurdin.

Untuk itu, Nurdin meminta agar setiap rupiah yang dianggarkan agar benar-benar peruntukannya untuk masyarakat, yakni pencapaian pembangunan itu sendiri.

“Terlebih sejumlah proyek strategis yang berjangka panjang, segera lakukan koordinasi kepada Dinas terkait sehingga tidak terjadi keterlambatan,” lanjut Nurdin.

Sementara itu, Sekdaprov H TS Arif Fadillah menghimbau kepada seluruh OPD untuk terus menggesa pekerjaan yang ada pada tahun 2019 ini, terlebih sudah memasuki bulan juni (Semester satu).

“Evaluasi harus terus dilakukan agar pekerjaan segera berjalan dan jika ada hambatan dapat segera didapatkan solusinya,” ujar Arif.

Arif juga membahas terkait Dana Alokasi Khusus (DAK) yang harus diserahkan paling lambat tanggal 15 Juni.

“Tambahan DAK inilah yang dapat membantu APBD dalam mengalokasikan berbagai kegiatan dilapangan khususnya untuk Kabupaten dan Kota,” lanjut Arif.

Kemudian terkait aplikasi SIMANJA, Arif terus menghimbau kepada seluruh pegawai untuk aktif dalam menggunakan aplikasi tersebut, itu dilakukan untuk menghindari statement bahwa pegawai kekantor hanya untuk finger absen. Selain itu juga sebagai bagian pemantuan bagi pimpinan dalam melihat kinerja jajarannya.

Kemudian, Kabiro Pembangunan Aries Fhariandi dalam kesempatan tersebut melaporkan progres realisasi dari keuangan dan fisik yang terdata 31 Mei 2019.

Adapun realisasi keuangan sebesar 26,10 persen dilihat dari target komulatif yakni 25 persen sudah termasuk diatas rata-rata. Kemudian realisasi fisik sebesar 27,02 persen dengan target 29,86 persen.

“Belum tercapainya target realisasi fisik dikarenakan masih ada 10 OPD yang belum menginput datanya dan diharapkan setelah di input dapat memenugi target,” kata Aries.

Aries melanjutkan, untuk progres lelang sendiri, dari 76 paket proyek strategis, terdapat 20 paket yang telah selesai tender dan 1 paket tahun lalu telah berjalan yakni proyek multiyears, beberapa paket yang masih belum berjalan tersebut dikarenakan masih dalam tahap perencanaan, dari 11 OPD baru 4 OPD yang telah selesai

Lalu untuk progres DAK sendiri dari 10 bidang yang ditangani sudah 4 bidang yang telah disalurkan ditahap pertama dan sisanya masih dalam proses review dari pihak Inspektorat.

Terakhir, Kabiro Layanan Pengadaan Misbardi juga menjabarkan data lelang proyek di seluruh OPD dilingkungan Provinsi Kepri dengan total 326 paket yang diumumkan di program SIRUP, pake yang sudah di ajukan ke UKPBJ sebanyak 123 paket. 56 paket selesai, 4 paket telah ditetapkan sebagai pemenang, 36 paket sudah tender.

“Jika terdapat kendala dari OPD silahkan kosultasi ke kami, kami akan turunkan pokja untuk membantu mempercepat progres lelang,” kata Misbardi. (Ril)

Apa reaksi anda tentang artikel ini?