Terdakwa Eugene Surya Benarkan Keterangan Saksi Yanni - DINAMIKA KEPRI.COM

Wednesday, 8 May 2019

Terdakwa Eugene Surya Benarkan Keterangan Saksi Yanni

  Dibaca: 1 kali


Terdakwa Eugene Surya (baju merah).
Dinamika Kepri, Batam - Dalam agenda sidang pemeriksaaan saksi di Pengadilan Negeri (PN) Batam, saksi Yanni mengatakan bahwa terdakwa Eugene Surya telah memalsukan tanda tanga orang lain. Pada sidang perkara dugaan penipuan dan penggelapan itu, terdakwa pun membenarkan semua keterengan saksi Yanni, Rabu (7/5/2019).

Kepada majelis hakim diketuai Jasael manulang didampingi dua hakim anggota, Afrida Yanti dan Mangapul Manalu, terdakwa mengatakan bahwa semua yang dikatakan saksi adalah benar.

Dalam perkara ini, saksi Yanni adalah sebagai saksi yang memberatkan terdakwa. Setelah mendengarkan apa tanggapan terdakwa terhadap keterangan saksi, majelis lalu menunda sidang satu minggu ke depan dengan agenda pemeriksaan saksi berikutnya. 


Sebelumnya terdakwa adalah sebagai karyawan dari PT. Bumi Laut Perkasa dan ditangkap polisi pada tanggal 10 Januari 2019 lalu.

Terdakwa ini disidangkan diduga karena melakukan tindak pidana penggelapan memalsukan dokumen pengorderan atau Purchase Order (PO) pemesanan Cat merek Jotun ke PT. Cipta Maritim Perkasa seolah – olah orderan itu permintaan dari PT. Bumi Laut Perkasa.

Terdakwa melakukan pemesanan 1000 liter Cat Jotun 700 liter cat merk jotun jotaguard 82 black dan 300 Cat Jotun pilot II white dengan total seharga Rp. 111.200.000.

Saat akan mengambil cat tersebut, terdakwa memberikan cek tunai Bank Mandiri atas nama CV. Tunas Global dengan tanggal mundur. Kemudian terdakwa mengambil 20 kaleng cat ukuran besar dan 20 cat ukuran kaleng kecil merk jotun sebanyak 400 liter dengan menggunakan mobil pick up yang disediakan Prawoto.

Selanjutnya, selang beberapa waktu, terdakwa kembali mengambil 38 kaleng cat besar dan kecil merk jotun yakni sebanyak 460 liter dengan menggunakan mobil pick up yang sama. Selanjutnya saksi Yanni pada hari Rabu tanggal 02 Januari 2019 melakukan proses kliring di Bank OCBC NISP terhadap cek Bank Mandiri dengan nomor cek HR 437931 atas nama terdakwa, namun tidak dapat dicairkan karena dana di rekening terdakwa tidak mencukupi pembayaran yang mana isinya cuma Rp 1,4 juta.

Sedangkan cat yang sudah diambil terdakwa telah jualnya kepada Prawoto seharga Rp 45 juta. Prawoto sendiri saat ini telah menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh pihak kepolisian.

Akibat perbuatan terdakwa, PT. Cipta Maritim Perkasa mengalami kerugian sebesar Rp. 111,2 juta. Dan dalam perkara ini, terdakwa didakwa jaksa Karya So Imanuel dengan ancaman pidana pasal 374 KUHPidana  tentang penggelapan dalam jabatan subsidair ancacam pidana pasal 378 KUHPidana tentang penipuan dan pengegelapan. Dari pasal yang didakwakan jaksa, maka terdakwa terancaman tujuh tahun penjara. (Ag)

Apa reaksi anda tentang artikel ini?

Loading...