Lima Orang Pemain Judi Song di Kios Terminal Muka Kuning Disidangkan - DINAMIKA KEPRI.COM

Wednesday, 1 May 2019

Lima Orang Pemain Judi Song di Kios Terminal Muka Kuning Disidangkan

  Dibaca: 1 kali


Kelima terdakwa saat disumpah di PN Batam, Selasa (30/4/2019).

Dinamika Kepri, Batam - Lima terdakwa sidang perkara judi, Bangun Tampubolon, Saut Sitanggang, Freddy Halomoan Aruan,  Litson Turnip dan Nobon Manik, disidangkan di Pengadilalan Negeri (PN) Batam, Selasa (30/4/2019).

Kelimanya disidangkan karena ketuahuan Polisi  diduga saat berjudi song di salah satu Kios di Terminal Muka Kuning, Tanjung Piayu, Batam pada tanggal 20 Oktober 2018 malam silam dengan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp 26 ribu dari terdakwa Bangun Tampubolon, Rp 12 ribu dari Saut Sitanggang,  Rp 40 ribu dari Nobon Manik, Rp 17 ribu dari Freddy Halomoan Aruan dan Rp 10 ribu dari Liston Turnip beserta 2 set kartu remi.

Oleh jaksa penuntut, kelima terdakwa ini didakwa dengan ancaman pidana dalam pasal 303 ayat (1) ke 2 KUHP atau kedua pidana dalam pasal 303 bis Ayat (1) ke 2 KUHP tentang perjudian.

Setelah usai pemeriksaan saksi dari penangkap (polisi=red), sidang lalu dilajutkan dengan pemeriksaan para terdakwa dan saling bersaksi sesama terdakwa.

Kepada majelis hakim yang menyidangkan perkara itu, semua terdakwa mengaku kalah dalam perjudian itu.

Mendengar pengakuan itu akhirnya membuat hakim terheran-heran." Lima orang yang main, tapi  kalah semua, lalu siapa yang menang?," tanya hakim penasaran, Selasa (30/4/2019).

" Saya juga kalah, yang menang berhasil lari yang mulia," jawab salah satu terdakwa. Mendengar jawaban itu, sontak membuat pengunjung sidang tertawa.

"Karena yang main bukan kami saja. Saat itu ada dua group yang main yang mulia, cuma yang lain berhasil melarikan diri," kata terdakwa.

Para terdakwa juga mengaku, mereka berjudi saat itu difasilitasi tempat oleh si pemilik kios.

"Setiap song, yang menang wajib memasukan uang dua ribu tong. Uang tong itu untuk membayar  kartu kepada si pemlik kios yang mulia," kata terdakwa.

Setelah mendengar keterangan para terdakwa, majelis hakim yang diketai hakim Mangapul Manalu, SH didampingi hakim Afrida Yanti lalu menunda sidang satu minggu ke depan  pada tanggal 8 Mei 2019 mendatang dengan agenda mendengarkan tuntutan dari jaksa penuntut Umum, Nurhasaniati, SH. (Ag)

Apa reaksi anda tentang artikel ini?

Loading...