Ketahuan Bawa Sabu 0,65 Gram, Ahok dan Rahmat Disidangkan - DINAMIKA KEPRI.COM

Thursday, 23 May 2019

Ketahuan Bawa Sabu 0,65 Gram, Ahok dan Rahmat Disidangkan

  1 kali


Sidang Ahok dan Rahmat (baju merah) di PN Batam, Rabu (22/5/2019) sore. 

Dinamika Kepri, Batam - Kedapatan bawa  sabu 0,65 gram, Hendri alias Ahok dan Rahmat Nur Cahyono disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Rabu (22/5/2019).

Oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), kedua terdakwa didakwa dengan ancaman pidana Pasal 114 Ayat (1) jo Pasal 132 Ayat (1), subsidair Pasal 112 Ayat (1) jo Pasal 132 Ayat (1) atau kedua Pasal 127 Ayat (1) huruf a Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Setelah dakwaan dibacakan JPU Mega Tri Astuti menggatikan jaksa Kadek Agus AW, majelis hakim yang diketuai hakim Jasael manullang didampingi satu hakim anggota hakim Chandra, melanjutkan sidang ke agenda pemeriksaan saksi penangkap (polisi=red) anggota Satresnarkoba Polresta Barelang.

Saksi mengatakan, sebelumnya kedua terdakwa diamankan di Parkiran Hotel Nagoya Mansion, Lubuk Baja, Batam, yakni tepatnya pada hari Selasa tanggal 12 Maret 2019 sekira pukul 21:00 Wib. Keduanya diamankan saat baru turun dari mobil.

Diterangkan saksi, saat Ahok diperiksa, pihaknya menemukan 1 (satu) bungkus serbuk kristal yang diduga narkotika jenis sabu yang dibungkus dengan plastik transparan dibalut lagi dengan kertas struk belanja Indomaret di kantong baju sebelah kiri yang dikenakannya.

Saat ditanya dari mana mereka membeli sabu itu, terdakwa mengaku membelinya dari seseorang bernama Rido (DPO) seharga Rp. 500 ribu.

"Menururt pengakuan keduanya, barang haram tersebut akan gunakan sendiri. Terdakwa juga tidak dapat menunjukkan surat izin dari pihak yang berwenang untuk menawarkan untuk dijual, menjual, membeli Narkotika tersebut. Setelah itu, selanjutnya para terdakwa beserta barang bukti sabu dan satu buah pirex (pipet kaca) diamankan ke kantor Polresta Barelang guna pengusutan lebih lanjut," kata saksi kepada majelis hakim.

Terhadap keterangan saksi penangkap itu, kepada mejelis hakim, kedua terdakwa membenarkannya. "Benar yang mulia," jawab terdakwa.

Setelah usai pemeriksaan saksi, majelis hakim kembali dilajutkan sidang ke agenda periksaan kedua terdua terdakwa. Lebih memastikan lagi, hakim kembali mempertanyakan untuk apa sabu sabu itu kepada para terdakwa, apakah akan dipakai sendiri atau mau dijual kembali.

"Benar yang mulia, sabu itu untuk dipakai sendiri,"  jawab terdakwa.

Setelah mendengarkan pengakuan dari para terdakwa, majelis hakim lalu menunda sidang satu  minggu ke depan dengan agenda mendengarkan tuntutan jaksa.(Ag)

Apa reaksi anda tentang artikel ini?