Gara-gara Kondom Pria Inisial SM ini Disidangkan - DINAMIKA KEPRI

Thursday, 23 May 2019

Gara-gara Kondom Pria Inisial SM ini Disidangkan

  4 kali


Terdakwa SM saat disidangkan di PN Batam, Rabu (22/5/2019).

Dinamika Kepri, Batam -  Gara-gara kondom, pria berinisial SM pekerja Kafe Tiwi Ruli Bukit Senyum, Batuampar, Batam ini menganiaya seorang wanita inisial HE. Akibat perlakuannya itu, SM lalu disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Rabu (22/5/2019).

Atas perbuatannya, jaksa penuntut Rumondang Manurung menggantikan jaksa Samuel Pangaribuan mendakwa terdakwa dengan ancaman tindak pidana pasal 351 ayat (1) KUHPidana tentang penganiayaan.

Terkait kronoligis kejadian yang dituangkan di dalam dakwaan, saat ditanya majelis hakim kepada terdakwa, SM membenarkannya.

Setelah dakwaan dibacakan serta tidak adanya saksi yang hadir, majelis hakim yang diketuai hakim Afirda Yanti, lalu menunda sidang itu satu minggu ke depan dengan agenda pemeriksaan saksi korban.

Dari pasal yang didakwakan, terdakwa terancam pidana penjara paling lama 2 tahun 8 bulan atau pidana denda paling banyak Rp 400 ribu.

Seperti dimuat SIPP PN Batam, berawal, kejadian pemukulan ini terjadi pada hari Minggu tanggal 24 Februari 2019 sekira pukul 01.00 Wib dini hari, di mana pada saat terdakwa SM sedang bekerja di Kafe Tiwi, Bukit Senyum, Batuampar, Batam.

Waktu itu korban HE datang ke warung yang sedang dijaga SM untuk membeli 2 buah kondom seharga Rp.5 ribu.

Meski cuma memberikan uang Rp 5 ribu, korban bersikeras mengambil 3 kondom. Melihat itu SE pun melarangnya dengan mengatakan, bahwa pemilik warung bisa marah padanya, sebab pemilik warung mengetahui banyaknya kondom yang tersisa.

Namun korban tidak terima dan malah memarahi SM dengan kata -kata yang menyakitkan. Lalu SM pun akhirnya memberikan 3 buah kondom sesuai permintaan saksi korban, namun sudah tidak menerima kondom itu lagi dengan  mengatakan “Anj*ng, toh juga untuk kau nanti satunya”.

Mendenger itu, SM pun emosi lalu melempar korban menggunakan botol Fanta berbahan Plastik dan mengenai lantai kafe di mana korban sedang duduk.

Setelah itu SM pergi tidur, di saat sedang tidur di dalam kamar, tiba - tiba korban datang lalu melemparkan Handphone miliknya ke SM dan menginjakkan kaki SM.

Meski menerima perlakuan korban itu, SM tetap berusaha bersabar. Kemudian SM bangun, namun di saat SM hendak memakai celananya, saksi korban tiba-tiba menarik baju SM dan mengambil Handphone dalam saku celana SM lalu melemparkan Handphone SM ke dinding kamar sehingga  Handphone milik SM itu rusak.

Melihat hal itu, SM pun merasa sakit hati dan memukul wajah korban sebanyak 3 kali dengan menggunakan tangan kanan dan kiri. Akibat pukulan itu, korban mengalami luka memar berdarah di bagian kedua matanya.

Dari hasil pemeriksaan Dr. Effendy, MBBS, MMedSc, Dokter umum pada Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam, Visum et repertum No.2064/Dir/VER/III/2019 pertanggal 25 Maret 2019, korban mengalami luka memar di kedua kelopak mata dengan ukuran Panjang 6 cm dan lebar 3 cm. Luka memar di pipi kiri dan kanan dengan ukuran Panjang 6 cm dan lebar 3 cm dengan kesimpulan luka memar tersebut disebabkan oleh benturan keras benda tumpul. (Ag)

Apa reaksi anda tentang artikel ini?