Febry Williem Mafia Obat Kosmetik ilegal di Batam Divonis 3 Bulan Penjara - DINAMIKA KEPRI.COM

Thursday, 30 May 2019

Febry Williem Mafia Obat Kosmetik ilegal di Batam Divonis 3 Bulan Penjara

  Dibaca: 1 kali


 Febry Williem (Ng Li Kim Alias Keny) 

Dinamika Kepri, Batam - Terdakwa Febry Williem (Ng Li Kim Alias Keny) mafia obat-obatan untuk kecantikan (Kosmetik=red) ilegal di Batam, divonis 3 bulan penjara oleh hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam, Rabu (29/5/2019).

Dalam amar putusannya, majelis hakim diketuai hakim Jasael Manullang didampingi dua hakim anggota Mangapul Manalu dan Efirda Yanti menyatakan bahwa terdakwa Febry Williem telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan Sengaja mengedarkan sediaan farmasi dan alat kesehatan dengan tidak memiliki izin edar melanggar Pasal 197 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan menjatuhkan hukuman pidana penjara selama 3 bulan dan pidana denda sebesar Rp 5 juta subsidair 1 bulan kurungan penjara.

Baca jugaFebry Williem Mafia Kosmetik Ilegal di Batam Terancam 15 Tahun Penjara

Menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani oleh terdakwa dikurangi seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan. Memerintahkan agar terdakwa tetap ditahan dan menetapkan barang bukti berupa Kosmetik yang tidak memiliki izin edar sejumlah 165 item atau sebanyak 2.255 picis, obat tradisional yang juga tidak memiliki izin edar sejumlah 2 item atau sebanyak 33 picis dirampas untuk dimusnahkan dan membebani terdakwa biaya perkara Rp 5 ribu rupiah, demikian baca hakim.

Putusan yang dijatuhkan hakim terhadap terdakwa itu yakni sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Samuel Pangaribuan yang sebelumnya menuntut 3 bulan penjara.

Di pasal 197 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dibunyikan, Setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan/atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 1,5 miliar.

Baca jugaDisebut Sediakan Layanan Plus-plus, Hakim Minta Jaksa segera Periksa Massage Morena 

Sebelumnya, Febry Williem diamankan oleh petugas BPOM pada hari Rabu tanggal 23 Januari 2019  yang lalu di Perumahan Livia Garden Blok I No. 6 Kelurahan TelukTering Kecamatan Batam Kota, Batam.

Febry Williem diamankan karena diduga telah dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan/atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar.

Terdakwa mengaku mendapatkan barang-barang tanpa izin edar tersebut dengan cara memesan dan membeli ke sales yang datang ke konternya, lalu kemudian diedarkannya dengan cara dijual di konter milik terdakwa untuk mengharapkan keuntungan yang lebih besar. (Ag)

Apa reaksi anda tentang artikel ini?

Loading...