Dugaan Money Politik, Caleg Gerindra Dapil III Batam M Yunus Nad Disidangkan - DINAMIKA KEPRI.COM

Tuesday, 28 May 2019

Dugaan Money Politik, Caleg Gerindra Dapil III Batam M Yunus Nad Disidangkan

  4 kali


Terdakwa M Yunus Nad (kiri) saat berbincang dengan ketiga penasehat hukumnya di PN Batam, Senin (27/5/2019).

Dinamika Kepri, Batam - Dugaan Money Politik, terdakwa M Yunus Nad Caleg dari Partai Gerindra Daerah Pemilihan (Dapil) III Kota Batam, Nongsa Sungai Beduk, Bulang, Galang, disidangkan di Pengadilan Negri Batam, Senin (27/5/2019).

Di sidang perdana ini,  jaksa penuntut Samsul Sitinjak dan jaksa Rumondang SH mendakwa terdakwa M Yunus Nad dengan menggunakan Pasal 523 ayat (2) Jo Pasal 278 ayat (2) Undang-Undang No.7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum.

Dari dakwaan yang didakwaan jaksa penuntut terhadap terdakwa, sanksi terhadap pelanggaran Pasal 278 ayat (2) ini diatur dalam Pasal 523 ayat (2) UU Pemilu yang menyatakan:

"Setiap pelaksana, peserta, dan/atau tim kampanye pemilu yang dengan sengaja pada masa tenang menjanjikan atau memberikan imbalan uang atau materi lainnya kepada pemilih secara langsung ataupun tidak langsung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 278 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan denda paling banyak Rp 48.000.000,00 (empat puluh delapan juta rupiah).

Usai mendengarkan pembacaan surat dakwaan dan eksepsi Penasihat Hukum (PH) serta tanggapan atas eksepsi terhadap terdakwa, majelis hakim yang diketuai hakmi Jasael Manullang didampingi dua hakim anggota M. Candra dan Afrida Yanti lalu menunda sidang dan dilanjutkan kembali besok pada hari Selasa 28 Mei 2019 dalam agenda sidang putusan sela.

Perkara dugaan money politik bisa sampai ke sidang, diketahui sebelumnya pada hari Selasa (16/05/2019) yang lalu sekira pukul 13.00 Wib, saksi Hubertus Laka Demu yang sudah mengenal terdakwa Muhammad Yunus datang bersama saksi Binsar Silalahi ke kediaman terdakwa di Komplek Puri Agung 3 Blok B3 No. 01 Rt. 02 Rw. 23 Sei Beduk, Batam.

Tujuan kedatangannya saksi itu untuk mengenalkan saksi Binsar dengan terdakwa. Lalu terdakwa meminta bantuan saksi untuk mencarikan suara dari warga agar memilihnya pada saat pemilu tanggal 17 April 2019 dengan memberikan uang sebesar Rp 100 ribu perorangnya.

Kemudian kepada saksi, terdakwa memberikan uang sebesar Rp 2,3 juta dan contoh surat suara sebanyak 23 lembar, kalender sebanyak 23 lembar, stiker bergambar Caleg Muhammad Yunus dan kaos warna putih bergambar Partai Gerindra dengan tulisan nama terdakwa.

Selain itu, terdakwa juga menjanjikan, apabila terpilih dan duduk sebagai anggota Dewan, terdakwa akan memberikan uang kepada saksi Binsar, namun nominalnya tidak disebutkan terdakwa.

Selanjutnya pada hari selasa tanggal 16 April tahun 2019 sekira pukul 19.30 Wib, saksi Binsar langsung membagikan uang sebesar Rp 300 ribu, 1 lembar contoh surat suara, 1 lembar stiker kepada saksi Ance Sianipar di rumahnya di Kavling Bukit Ayu Widuri Blok A4 nomor 11 Tanjung Piayu Kota Batam dengan mengatakan agar memilih Caleg Muhammad Yunus dengan nomor urut 7 Dapil 3 dari Partai Gerindra.

Selanjutnya sekira pukul 20:00 Wib, saksi Binsar pergi ke depan warung kopi Perumahan Bukit Ayu Lestari Kelurahan Mangsang dan memberikan uang sebesarn Rp 200 ribu, 1 lembar contoh surat suara, 1 lembar stiker dan kalender bergambar terdakwa kepada saksi Ronal David Simamora dan memberitahukan agar memilih terdakwa dengan nomor urut 7 Dapil 3 dari Partai Gerindra.

Dalam hal ini terdakwa diadili diduga melakukan pelanggaran Pemilu money politik, yang mana ada larangan bagi setiap pelaksana, peserta, dan/atau tim kampanye Pemilu yang dengan sengaja pada masa tenang menjanjikan atau memberikan imbalan uang atau materi lainnya kepada pemilih secara langsung atau pun tidak langsung untuk tidak menggunakan hak pilihnya, memilih pasangan calon, memilih Partai Politik peserta Pemilu tertentu, memilih calon anggota DPR, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/ Kota tertentu dan/ atau memilih calon anggota DPD tertentu. (Ag/Il)

Apa reaksi anda tentang artikel ini?