Disebut Sediakan Layanan Plus-plus, Hakim Minta Jaksa segera Periksa Massage Morena - DINAMIKA KEPRI

Thursday, 16 May 2019

Disebut Sediakan Layanan Plus-plus, Hakim Minta Jaksa segera Periksa Massage Morena

  4 kali


Saat terdakwa Yati dan terdakwa Muhammad Adrian Cs disumpah  di PN Batam, Kamis (16/5)

Dinamika Kepri, Batam - Terkait pengakuan terdakwa Yati Rohaeti (26) yang menyebutkan bahwa di Massage Morena Batam menyediakan layanan jasa plus-plus, majelis hakim meminta jaksa agar segera melakukan pemeriksaan terhadap massage itu.

"Kepada Jaksa, tolong ya, periksa massage itu!," perintah Ketua majelis hakim, Marta Napitupulu yang menyidangkan terdakwa Yati di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Kamis (16/5/2019) sore.

Mendengar permintaan itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Mega Tri Astuti yang mendakwa terdakwa Yati, mengiyakannya.

Yati Rohaeti disidangkan lantaran sebelumnya ketahuan petugas Bandara Hang Nadim Batam menyembunyikan sabu seberat 201 gram di BH nya.

Baca jugaKetahuan Simpan Sabu di Bra, Pekerja Massage Morena Disidangkan, Yati Rohaeti: Saya Disuruh Ardian

Tak hanya dia, teman kencannya Muhammad Ardian warga Malaysia yang sebelumnya membokingnya selama dua hari seharga Rp 1,2 juta perhari, juga ikut disidangkan.

Sebelumnya, Yati dan Muhammad Andrian diamankan oleh petugas saat memasuki SCP I Jalur Merah Bandara Hang Nadim, Batam. Saat itu mereka hendak berangkat ke Lampung.

Mereka diamankan karena gelagat Yati saat itu tampak mencurigakan.

Dipersidangan, saat pemeriksaan terdakwa Yati dilakukan, kepada majelis hakim yang diketuai Marta Napitupulu didampingi dua hakim anggota, Egi Novita dan Renni Pitua Ambarita itu, Yati mengaku bahwa di tempatnya bekerja sebelumnya di massage Morena itu, selain melayani jasa pijat, ia juga melayani jasa plus-plus bagi tamu yang menginginkan.

"Emang di massage itu bisa plus-plus ya?," tanya hakim penasaran ke Yati.

"Bisa yang mulia, karena memang sudah biasa seperti itu," jawab Yati.

Terkait sabu itu disembunyikan di branya, kata Yati kepada majelis itu dilakukan karena sabu seberat 201 gram itu, tak muat disembunyikan di dalam alat kelaminnya.

"Awalnya Andrian menyuruh saya menyembunyikan sabu itu di dalam kemaluan saya, tapi tak muat, lalu disembunyikan di dalam BH. Lalu BH itu saya pakai. Itu saya lakukan karena disuruh Andrian," kata  Yati. (Ag)

Apa reaksi anda tentang artikel ini?