29 Mei 2019

Dinyatakan Bersalah, Irianto Mafia Kosmetik ilegal di Batam Dituntut Jaksa 1 Bulan Penjara

 

Terdakwa Irianto.

Dinamika Kepri, Batam - Meski ancaman pidana untuk pelanggar 197 undang-undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan paling lama 15 tahun penjara dan denpasal da Rp 1,5 miliar, namun jaksa penuntut Rosmarlina Sembiring sepertinya kemampuannya hanya bisa menuntut terdakwa Irianto 1 bulan penjara dan denda Rp 5 juta subsidair 2 bulan kurungan penjara.

Tak hanya dituntut ringan, selama menjalani proses persidangan, terdakwa juga tidak ditahan, terkesan seperti ada perlakukan istimewa terhadap terdakwa.

"Menyatakan terdakwa Iriato terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Kesehatan” sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 197 Undang-Undang No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Irianto dengan Pidana penjara selama 1 bulan dikurangkan selama terdakwa berada dalam masa tahanan rumah dan denda sebesar Rp 5 juta subsidair 2 bulan kurungan, dan menyatakan barang bukti dirampas untuk dimusnahkan," demikian baca jaksa penuntut dalam sidang agenda tuntutan terhadap terdakwa, Selasa (28/5/2019).

Setelah pembacaan tuntutan, majelis hakim diketuai hakim Marta Napitupulu didampingi dua hakim anggota, Renni Pitua Ambarita dan Egi Novita, menunda sidang ke tanggal 11 Juni 2019 dengan agenda pembacaan putusan.

Sebelumnya, pada hari Selasa tanggal 16 Oktober 2018 sekira pukul 14.00 Wib, petugas BPOM di Batam, Maya dan Noviandi Pratam, dengan surat tugas, datang menyambangi toko Yummi House (PT. Best Quality Tanjung) milik terdakwa di Komp. Orchid Business Centre Blok B1 No. 1-2 Kel. Sei Panas, Batam.

Setelah dilakukan pemeriksaan di toko yang menjual obat-obat kesehatan itu, petugas BPOM menemukan produk kosmetik dan obat tradisional yang tidak memiliki izin edar dan dokumen terkait lannya.

Adapun produk kosmetik tanpa izin edar yang ditemukan antara lain:
  1. Body Wash 1 L PT. Best Quality Tanjung 28 Botol Kosmetik.
  2. Body Wash 250 ml PT. Best Quality Tanjung 61 Botol Kosmetik.
  3. Shampoo 2 in 1 Honey PT. Best Quality Tanjung 41 Botol Kosmetik.
  4. Shampoo 2 in 1 PT. Best Quality Tanjung 40 Botol Kosmetik.
  5. BQ Honey Coffee Supplement PT. Best Quality Tanjung 56 Botol Obat Tradisional. 
  6. BQ Virgin Coconut Oil Supplement PT. Best Quality Tanjung 29 Botol Obat Tradisional. 
  7. Natural Honey Ten Edition Supplement PT. Best Quality Tanjung 334 Botol Obat Tradisional.
Produk yang tidak memiliki izin edar tersebut kemudian petugas BPOM untuk dijadikan barang bukti.

Atas perbuatannya, Irianto sebelumnya dijeratkan pasal 197 undang-undang No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan acaman pidana paling lama 15 tahun penjara dan denda Rp 1,5 miliar. Namun di dalam perkara 299/Pid.Sus/2019/PN Btm ini, terdakwa hanya dituntunt 1 bulan penjara denda Rp 5 juta subsidair 2 bulan kurungan. (Ag)



Berita Lainnya :

Scroll to top