Dikonfirmasi Terkait Massage Morena, Kadisparbud dan Kabid Tramtib Satpol-PP Kota Batam tidak Menjawab - DINAMIKA KEPRI

Friday, 17 May 2019

Dikonfirmasi Terkait Massage Morena, Kadisparbud dan Kabid Tramtib Satpol-PP Kota Batam tidak Menjawab

  4 kali


Massage Morena, Batam.

Dinamika Kepri, Batam - Pengakuan terdakwa Yati saat sidang kepada hakim di Pengadilan Negeri (PN) Batam yang menyebutkan bahwa di Massage Morena juga melayani jasa plus-plus, membuat  majelis hakim tercengang.

Akibat dari pernyataan terdakwa itu, Ketua majelis hakim, Marta Napitupulu yang menyidangkan Yati dan Adrian cs dalam perkara Norkotika jenis sabu seberat 201 gram tersebut, akhirnya meminta jaksa agar segera memeriksa massage Morena.

"Kepada Jaksa, tolong ya, periksa massage itu!," pinta hakim Marta Napitupulu kepada jaksa Mega Tri Astuti, Kamis (16/5/2019) sore.

Terkait hal itu, ketika dikonfirmasi awak media ini ke Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisparbud) Kota Batam, Ardiwinata mengenai bagaimana pengawasan massage-massage yang ada di Batam saat ini, jawabnya sudah ada tim yang mengawasinya.

"Untuk pengawasan ada timnya, termasuk di dalamnya Satpol-PP," jawab Ardiwinata singkat melalui selularnya, Jumat (17/5/2019) siang.

Saat dikonfirmasi terkait apa langkah upaya serta tindakan Kadisparbud Kota Batam mengenai massage Morena Batam yang disebut dan diduga menyediakan jasa plus-plus (praktek pelacuran=red). Ardiwinata tidak menjawabnya.

Baca juga: Malam Tahun Baru, Morena Pub taburkan paket spesial dan game berhadiah 

Sebagai pengawas penegakan Peraturan Daerah (Perda) di Kota Batam, ketika dikonfirmasi awak media ini terkait bagaimana pengawasan Salpol-PP terhadap aktifitas di massage Morena ke Kabid Tramtib Satpol-PP Kota Batam, hingga berita ini, Imam Tohari, belum menjawabnya.

Kembali ke terdakwa Yati Rohaeti, dalam sidang Yati mengaku sebelumnya bekerja sebagai pekerja pijat di massage Morena, Batam.

Kata dia, selain melayani jasa pijat di massage itu, ia juga melayani jasa plus-plus bagi tamu yang mengingkannya sama halnya seperti dilakukannya terhadap terdakwa Ardian warga Malaysia itu.

Menurutnya pengakuannya lagi, sebelum dirinya ditangkap di Bandara Hang Nadim, Ardian sebelumnya telah membokingnya selama 2 hari dengan bayaran Rp 1,2 juta perharinya. (Ag)

Apa reaksi anda tentang artikel ini?