Simpan Sabu di Celana Dalam, Wanita ini Divonis 10 Tahun Penjara Denda Rp 1 Miliar - DINAMIKAKEPRI.COM

Simpan Sabu di Celana Dalam, Wanita ini Divonis 10 Tahun Penjara Denda Rp 1 Miliar

 

Terdakwa Susi Susilawati (baju merah) usai menjalani sidang di PN Batam.

Dinamika Kepri, Batam -  Susi Susilawati Sukmala Bin Tatang Rudiana kurir sabu yang sebelumnya ditangkap di Bandara Hang Nadim, Batam dengan barang bukti seberat 425 gram, akhirnya divonis 10 tahun penjara denda  Rp 1 miliar  subsidier 6 bulan, oleh hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam, Senin (8/4/2019).

Dalam amar putusan, majelis hakim dipimpin hakim Setyanto Hermawan  didampingi dua hakim anggota, Renni Pitua Ambarita dan Marta Napitupulu menyatakan terdakwa Susi Susilawati terbukti bersalah telah melakukan perbuatan tanpa hak atau melawan hukum, menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan, atau menerima narkotika golongan satu melebihi 5 gram dengan melanggar tindak pidana pasal 114 ayat (2) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Terhadap putusan itu, kepada hakim terdakwa menyatakan menerima putusan. Begitu juga JPU Nurhasaniati pengganti jaksa Rumondang Manurung juga menyatakan menerima putusan tersebut.

Sebelumnya terdakwa dituntut JPU yakni 10 tahun penjara denda Rp 1 miliar subsidier 1 tahun kurungan penjara.

Sebelumnya terdakwa mengaku anak satu itu, diamankan di Bandara Hadim Nadim Batam pada hari Jumat  tanggal 19 Oktober  2018, saat hendak pergi ke Surabaya karena telah menyembunyikan sabu seberat 425 gram di celana dalamnya.

Waktu itu, terdakwa diamankan saat melewati area Security Check Point (SCP) Setelah petugas melihat benjolan mencurigakan di celana terdakwa.

Meski mengelak mengatakan benjolan itu adalah softek, namun petugas BC Bandara tidak percaya begitu saja dan lalu memeriksanya.

Dari hasil pemeriksaan, terdakwa kedapatan menyimpan dua bungkus plastik bening berisi sabu dibalut lakban  di celana dalam terdakwa.

Dari temuan itu dan untuk proses lebih lanjut, terdakwa lalu diserahkan ke Polresta Barelang. Sedangkan tantenya yang bernama Rehulina Sinulingga yang sejalan bersamanya saat itu yang mana pengakuan terdakwa juga membawa Narkoba, berhasil lolos  dari penangkapan waktu itu, namun oleh polisi, Rehulina Sinulingga telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). (Ag)




Scroll to top