Aneh, Tiga Nomor Surat Pengantar Berkas Kasasi Terdakwa Erlina Berbeda - DINAMIKA KEPRI.COM

Friday, 26 April 2019

Aneh, Tiga Nomor Surat Pengantar Berkas Kasasi Terdakwa Erlina Berbeda

  Dibaca: 1 kali


Garis merah, Nomor surat berkas kasasi yang diterima MA 
Dinamika Kepri, Batam - Penasehat Hukum (PH) Terdakwa Erlina, Manuel P Tampubolon kepada media mengaku kecewa karena surat pengantar berkas kasasi yang diterimanya dari pihak Pengadilan Negeri (PN) Batam, berbeda tidak sesuai dengan surat pengantar berkas kasasi yang diterima oleh pihak mahkamah Agung (MA).

" Pantas saja susah mencarinya, nomornya berbeda, saya pun tidak tahu apa maksudnya itu bisa jadi beda," ujar Manuel.

Kata dia, surat pengantar berkas kasasi yang diterimanya di pihak PN Batam sebelumnya yakni bernomor W4.U8/1334/HN.01.08/III/2019.

Saat nomor itu dicek situs MA, nomor surat pengantar itu ternyata tidak ditemukan. Namun setelah diusahakan mencari, maka ketemulah, ternyata berkas itu sudah masuk dengan nomor surat pengantar yang berbeda, W4.U8/1397/HN.01.10/III/2019.

"Jika nomornya berbeda, sampai kapanpun pasti kesulitan mencarinya. Artinya kita datang ke MA berdasarkan surat dari pengantar itu. Kalau namor yang kita bawa ternyata tidak terdaftar, berkas apa yang kita cek ke MA," katanya.

Surat pengantar berkas kasasi terdakwa Erlina dari PN Batam. 
Kata dia akibat ketidaksamaan nomor surat itu, sempat membuatnya berkali - kali ke MA untuk memeriksa berkas kasasi perkara dugaan penggelpan dalam jabatan di BPR Agra Dhana itu.

Tak hanya itu, setelah diperiksanya lebih seksama di laman SIPP PN Batam, kata dia, ternyata surat pengantar yang dicantumkan juga berbeda dengan nomor W4.U8/1334/HN.01.07/III/2019.

" Dari tiga surat pengantar itu, nomornya berbeda. Yang saya terima lain, yang diterima MA lain, yang dicatumkan di laman SIPP juga lain," kata dia penasaran.


Garis merah. nomor surat pengiriman berkas kasasi terdakwa Erlina.
 
Menurutnya, nomor surat pengantar itu harus sama (singkron) tidak bisa berbeda, jika berbeda seperti itu berarti ada kesalahan atau dugaan kesengajaan. Harusnya yang diterimanya baik yang diterima MA maupun yang dicantumkan laman SIPP PN Batam, harus sama.

"Ketiga nomor surat pengantar itu harus sama tak bisa beda, dan tak mungkin itu disebut lagi salah ketik, karena tak mungkin juga yang ketik itu dari dulu sampai sekarang selalu beralasan salah ketik, kan tak mungkin," tutupnya Manuel. (Ag)

Apa reaksi anda tentang artikel ini?

Loading...