Ungkap Poeple Smugling, Dirreskrimum Polda Kepri Berhasil Selamatkan 37 Orang Korban - DINAMIKA KEPRI

Tuesday, 12 March 2019

Ungkap Poeple Smugling, Dirreskrimum Polda Kepri Berhasil Selamatkan 37 Orang Korban

  4 kali


Konferensi Pers Tindak Pidana People Smugling, di Media Center Polda Kepri, Selasa (12/3).

Dinamika Kepri, Batam - Dirreskrimum Polda Kepri kembali berhasil mengungkap Tindak Pidana People Smugling (Penyeludupan Manusia=red), di Batam. Pengungkapan itu dilakukan pada tanggal 11 Maret 2019 lalu di Halte Legenda Malaka, Batam Center.

Dari hasil pengungkapan itu, sebanyak 37 orang korban Pekerja Migran Indonesia (PMI) tampa dokumen resmi yang baru saja datang dari Malaysia masuk Batam dari jalur tak resmi, berhasil diselamatkan dan dua orang pria inisial MR dan MR yang merupakan sebagai penampung juga telah dijadikan tersangka dan telah ditahan, demikian terang Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Drs. S. Erlangga saat melakukan Konferensi Pers ungkap tindak Pidana People Smugling dengan dihadiri Dirreskrimum Polda Kepri Kombes Pol Hernowo Yulianto, Sik dan Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Kepri Dhani Catra Nugraha, di Media Centre Polda Kepri, Selasa (12/3).

Lebih lanjut Erlangga menerangkan kronologisn kejadiannya, kata dia pada hari Senin tanggal 11 Maret 2019 sekira pukul 16.00 Wib lalu, anggota Subdit IV mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada PMI dari Malaysia tiba di Batam melalui jalur belakang atau Pelabuhan tikus (non prosedural).

Mendapat informasi itu, kemudian dilakukan penyelidikan dan sekitar pukul 23.30 Wib, anggota Subdit IV berhasil mengamankan kendaraan minibus BP 7046 DC yang memuat diduga korban penyeludupan manusia yakni 18 orang dan satu supir di Halte depan Legenda Malaka.

Setelah dilakukan interogasi, kemudian dilakukan penyelidikan dan pengembangan, anggota Subdit IV kembali berhasil mengamankan 1 orang pengurus atau penampung PMI itu di Perumahan Bukit Raya Batam Center.

Tak sampai di situ, dari hasil penyelidikan dan pengembangan, anggota Subdit IV juga kembali berhasil mengamankan 19 orang yang juga diduga korban People Smugling dan 1 orang penampung PMI, di perumahan Taman Batara Raya, sehingga jumlah yang berhasil diselamatkan malam itu berjumlah 37 orang korban.

Dari keterangan para korban, mereka adalah PMI yang pulang dari negara Malaysia menuju ke Pantai Tanjung Sengkuang Batam - Indonesia.

Para korban mengaku mereka masuk ke Batam dengan menggunakan Speed Boat melalui jalur jalur tikus.

Dari hasil penyelidikan dan penyidikan diperolah keterangan bahwa jumlah keseluruhan PMI itu diduga korban People Smugling.

Sedangkan untuk barang buktinya, polisi telah mengamankan barang bukti berupa 1 unit mobil minibus warna silver, 3 unit HP milik tersangka dan
3 lembar tiket pesawat lion air.

Sedangkan kapal spead boat yang digunakan untuk membawa korban dari malaysia, kata Erlangga belum ditemukan.

Atas perbuatannya, para pelaku dikenakan pasal 120 undang-undang Republik Indonesia nomor 6 tahun 2011 tentang keimigrasian dengan ancaman pidana kurungan 15 tahun penjara.(Ril)

Apa reaksi anda tentang artikel ini?