Tipu Meyus Sari, Agun Godfabel Divonis 1 Tahun 4 Bulan - DINAMIKAKEPRI.COM

Tipu Meyus Sari, Agun Godfabel Divonis 1 Tahun 4 Bulan

 

Ilustrasi.(F/kabar24. bisnis.com)

Dinamika Kepri, Batam -  Terdakwa Agun Godfabel Pandiangan sidang perkara penipuan, divonis 1 tahun 4 bulan penjara oleh hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam, Rabu (27/3/2019).

Dalam amar putusan majelis hakim diketuai hakim Mangapul Manalu, terdakwa Agun dinyatakan terbukti bersalah melakukan perbuatan dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, dengan memakai nama palsu atau martabat palsu dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya, atau supaya memberi hutang maupun menghapuskan piutang dengan melanggar pidana 378 Jo pasal 64 ayat (1) KUHPidana tentang penipuan.

Terhadap putusan itu, terdakwa menyatakan menerima. Sama halnya dengan jaksa penuntut, Samuel Pangaribuan kepada majelis hakim mengatakan juga menerimanya.

Mengenai vonis yang dijatuhkan hakim terhadap terdakwa yakni lebih ringan 2 bulan dari tuntutan jaksa sebelumnya yang menuntut 1 tahun 6 bulan penjara.

Berawalnya kasus ini, pada hari Minggu tanggal 23 September 2018 yang lalu, terdakwa dihubungi oleh Muhammad Arfan Idris (DPO) untuk mengambil 1 unit mobil Honda Mobilio BP 1340 ME warna merah pekat Mutiara di Perum. Sentosa Perdana Blok C No. 5 BatuAji, Batam yang di jual secara take over.

Sebelum mengambil mobil tersebut, terdakwa terlebih dahulu mengambil uang untuk tanda jadi dari Muhammad Arfan di SPBU Thrive, Baloi Kolam sebesar Rp.10 juta. Setelah terdakwa mendapatkan uang, terdakwa lalu pergi ke alamat tersebut.

Sesampai ke alamat yang dituju, kepada pemilik mobil Meyus Sari, terdakwa mengaku sebagai orang yang akan membeli mobil secara take over itu.

Setelah itu lalu terjadi kesepakatan, terdakwa lalu memberikan uang Rp.10 juta dari Muhammad Arfan itu kepada Meyus Sari.

Setelah uang diberikan, terdakwa lalu membawa mobil tersebut yang katanya untuk test Drive dan meminta STNK serta berjanji akan bertemu lagi di Finance untuk peralihan hak dari korban ke terdakwa.

Setelah mobil berhasil dibawa dan memberikannya ke Muhammad Arfan, terdakwa lalu menerima upah Rp 5 juta Muhammad Arfan.

Akibat perbuatan terdakwa, korban pemilik mobil tersebut mengalami kerugian materi Rp 53 juta. (Ag)




Scroll to top