Timbun Limbah B3, Bos dan Komisaris PT. PRP Terancam Pidana 1 Tahun Penjara Denda Rp 3 Miliar - DINAMIKA KEPRI

Saturday, 2 March 2019

Timbun Limbah B3, Bos dan Komisaris PT. PRP Terancam Pidana 1 Tahun Penjara Denda Rp 3 Miliar

  4 kali



Dinamika Kepri, Batam - Terkait temuan dugaan limbah B3 oleh tim kepolisian di lokasi perusahaan PT. PRP yang memproduksi teh prendjak, minuman kemasan ravel, minuman canbo dan kecap asin Chez’s, di KM. 8 Jl. DI Panjaitan Air Raja, Tanjungpinang pada hari Jumat tanggal 22 Februari 2019 lalu, hari ini Sabtu (2/3/2019), Humas Polda Polda Kepri Kombes Pol Drs S. Erlangga bersama Dir Reskrimsus Polda Kepri Kombes Pol. Rustam Mansur dan Kasubdit IV Ditreskrimsus Polda Kepri Kompol Juleigtin Siahaan, memberikan keterangan kepada media dengan melakukan Konferensi Pers di Media Center Bid Humas Polda Polda Kepri.

Terang Kombes Pol Drs S. Erlangga kepada media, pada saat tim yang melakukan penegecekan berada dilokasi perusahaan PT. PRP itu, tim menemukan fakta adanya limbah yang berserakan di area perusahaan, limbah B3 berupa oli bekas dan limbah B3 berupa kaleng cat bekas.

Selain itu, perusahaan itu juga tidak memiliki Tempat Penyimpanan Sementara ( TPS) serta tidak memiliki izin TPS.

Selanjutnya pada hari sabtu tanggal 23 Februari 2019, didampingi oleh anggota Sat Reskrim Polres Tanjungpinang, tim melakukan pemasangan garis polisi di dalam lokasi PT. PRP.

Tak hanya itu, tim juga menemukan adanya sumur bor (air tanah) yang mana airnya digunakan untuk pengusahaan air kemasan Ravel di Jl. Engku Putri tepatnya di lokasi sekolah Toan Hwa, Tanjungpinang, Kepri.

Selanjutnya pada hari sabtu tanggal 23 Februari 2019, didampingi oleh anggota Sat Reskrim Polres Tanjungpinang, tim melakukan pemasangan garis polisi terhadap barang bukti Kaleng cat bekas berjumlah 7 kaleng kecil dan 16 kaleng besar, 17 ember plastik bekas tempat cat, 3 drum berisi oli bekas, 4 jirigen berisi oli bekas, 2 jirigen kosong dan 1 drum glasswool / limbah terkontaminasi di dalam lokasi PT. PRP.

Pemasangan garis polisi itu dilakukan kata dikarenakan PT. PRP tidak kooperatif untuk membuang limbah B3 yang sudah diamankan (tumpukan glasswoll) oleh petugas ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir) sehingga dianggap perlu untuk melakukan pemasangan garis polisi di lokasi temuan.

Selain itu, dari hasil penelusuran tim juga diketahui bahwa PT. PRP sendiri memiliki 5 anak perusahaan diantaranya PT. Kharisma Petro Gemilang bergerak (Tranportir BBM non Subsidi), PT. Bumi Kharisma Pratama (Agen penyalur LPG), PT. Candi Pulau Mas (Tranportir LPG), PT. Bumi Indraya Pratama (Distributor makanan) dan PT. Panbaruna (Distributor makanan).

Atas perbuatannya menimbun limbah B3, pelaku inisial RS yang merupaka Direktur Utama PT. PRP dan inisial BD sebagai Komisaris PT. PRP dikenakan pasal 102 Undang-undang Republik Indonesia nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dengan ancaman pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 3 tahun dan denda paling sedikitnya Rp1 miliar dan paling banyak Rp 3 miliar.(Ag)

Apa reaksi anda tentang artikel ini?