Setubuhi Anak di Bawah Umur, Andi Ahmad Dihukum 7 Tahun Penjara - DINAMIKAKEPRI.COM

Setubuhi Anak di Bawah Umur, Andi Ahmad Dihukum 7 Tahun Penjara

 

Terdakwa Andi Ahmad Bin Syarifuddin (baju merah) usai menjalani sidang putusan di PN Batam, Selasa (19/3).

Dinamika Kepri, Batam -  Andi Ahmad Bin Syarifuddin pelaku cabul terhadap korban perempuan di bawah umur berinisial GU di kamar Hotel California Aviari, Batuaji, Batam, akhirnya divonis 7 tahun penjara denda Rp 100 juta subsidier 6 bulan kurungan penjara, oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam, Selasa (19/3/2019) sore.

Majelis hakim diketuai hakim Marta Napitupulu didampingi dua hakim anggota, Egi Novita dan Renni Pitua Ambarita dalam amar putusan menyatakan, terdakwa Andi Ahmad terbukti bersalah melanggar pasal 81 ayat (2) Undang-undang Republik Indonesia (UU RI) No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Terhadap putusan itu, terdakwa maupun penasehat hukumnya Eliswita, kepada hakim menyatakan menerima putusan itu. Begitu juga dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Samuel Pangaribuan menggantikan Jaksa Friesti Gina juga menyatakan menerimanya.

Vonis yang dijatuhkan hakim terhadap terdakwa Andi Ahmad yakni lebih ringan 1 tahun 6 bulan dari tuntutan jaksa sebelumnya yang menuntut terdakwa 8 tahun penjara denda Rp 100 juta subsider 1 tahun kurungan penjara.

Adapun pertimbangan hakim memberikan vonis lebih ringan dari tuntutan jaksa karena terdakwa mengakui kesalahannya, berlaku sopan saat persidangan dan belum pernah ditahan (penjara=red) sebelumnya.

Terdakwa dijatuhi hukuman karena terbukti bersalah telah dengan sengaja melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan atau membujuk anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain.

Kasus ini bermula pada tanggal 6 November 2018. Terdakwa awalnya menjanjikan pekerjaan kepada korban lalu mengajak korban malam mingguan ke SP Plaza, lalu mengajak korban tidur menginap di hotel.

Meski korban menolak untuk digagahi, namun terdakwa memaksa korban untuk  menyetubuhinya dengan mengatakan bahwa masalah kerja gampang baginya.

Selain terdakwa mengatakan sangat mencintai korban yang dikenalnya dari Facebook itu, terdakwa juga berjanji akan memasukan korban ke PT. ETOA Muka Kuning.

Malam itu, korban berhasil disetubuhi t
Andi, namun sebelum korban disetubuhi, korban merasa pusing usai meminum air dari kemasan botol yang diberikan Andi.

Tak hanya di hotel, berselang beberapa hari dari peristiwa itu, Andi juga mengulangi perbuatannya bejatya itu di rumahnya di Sei Lekop, Sagulung, Batam. Andi mengajak korban main ke rumahnya lalu kembali menggagahinya.

Merasa curiga terhadap putrinya, pada hari Minggu tanggal 18 November 2018 sore, ibu dan paman korban lalu mendatangi rumah Andi dengan mendobrak pintu yang mana saat itu korban ditemukan bersama Andi, lalu melaporkannya ke polisi.(Ag)




Scroll to top