Setelah Viral Sebut Media Online Brengsek, Muhammad Riza Fahlevi Meminta Maaf - DINAMIKA KEPRI.COM

Thursday, 7 March 2019

Setelah Viral Sebut Media Online Brengsek, Muhammad Riza Fahlevi Meminta Maaf

  Dibaca: 1 kali


Foto screen dari FB.
Dinamika Kepri, Batam  - Setelah postingannya viral di media sosial sebut media online media brengsek, oknum jurnalis bernama Muhammad Riza Fahlevi, akhirnya meminta maaf, Kamis (7/3/2019).

Permohonan minta maafnya itu dipostinya di laman Facebook (FB) nya.

Sebelumnya ia membuat postingan diduga untuk menjatuhkan wibawa dan martabat perusahaan media online (daring) di laman facebooknya, akhirnya viral di media sosial dan tengah menjadi pembahasan serius bagi para pengusaha media online di Batam.

Dalam postingannya itu, Muhammad Riza Fahlevi menuliskan bahwa untuk membuat media online (daring) itu cukup gampang, hanya bermodalkan Rp 100 ribu media sudah jadi.

“Warga Batam harus cerdas memilih media, khususnya media online mengingat saat ini sangat gampang membuat media daring ini. Hanya modal Rp 100 ribu, sudah jadi. Anda bisa jadi wartawan, redaktur, pemimpin redaksi bahkan general manajer. Lalu bagaimana kualitas beritanya? Ini yang jadi masalah," tulis Riza di Laman FB nya.

Selain itu, Riza Fahlevi juga tidak menyebutkan oknum media online mana yang dimaksudkannya, sehingga semua pengusaha media online yang membaca opininya merasa terlecehkan, apalagi di kolom komentar di FB nya ada tulisan, media online itu adalah media brengsek.

Postingan yang dibuatnya itu juga terindikasi dapat memprovokasi agar masyarakat agar tidak lagi mempercayai media online, seakan-akan media online itu, kesannya abal-abal, tidak berkualitas dan brengsek.

Postingan itu dituangkan dalam tulisan dengan judul “Insinuasi, Fitnah di Balik Tanda Tanya”.

Terkait postingan itu, dalam komentarnya menjawab komentar lain di laman facebooknya, Riza juga menyampaikan bentuk ancamannya dengan menuliskan akan menyebar artikel unggahannya itu kesekolah-sekolah bahkan sampai ke Pulau terluar.

“Untuk media online yang brengsek, saya akan sosialisasikan tulisan Saya ini ke mana-mana hinhga ke sekolah-sekolah bahkan sampai ke Pulau terluar, dan saya akan lawan kalian,“ lanjutnya menanggapi komentar yang masuk di laman facebooknya itu.

Tulisnya, mudahnya membuat media online, serta untuk memenuhi kuota berita, media daring bisa menjadi media kurator dengan membuat salinan berita sesuai dengan kehendak.

Postingan itu diunggahnya pada hari Rabu tanggal 6 Maret 2019. Diduga setelah banyak orang yang terima atas postingannya itu, pada hari Kamis (7/3/2019), melalui akun FB nya Ia menyampaikan permintaan maafnya, demikian tulisnya.

Permohonan Maaf

Tulisan saya di facebook yang berjudul lnsinuasi, Fitnah di Balik Tanda Tanya, memantik kemarahan, karena dinilai menyinggung teman-teman media wartawan media online secara keseluruhan. 

Sebenarnya saya tidak bermaksud seperti itu, tulisan tersebut saya buat sebagai tanda keprihatinan ketika profesi wartawan tercoreng oleh oknum-oknum yang tak bertanggung jawab. 

"OKNUM." Ya, saya memang lalai menyebut diksi ini. Sehingga muncul anggapan saya menggeneralisasi masalah. 

Atas segera kelalaian ini saya MOHON MAAF sebesar-besarnya, dan berjanji tak akan mengulangi kelalaian semacam ini. 

Semoga permohonan maaf ini bisa diterima, karena sebenarnya tak ada itikad buruk. *** 

(Ag)

Apa reaksi anda tentang artikel ini?

Loading...